26 C
Mojokerto
BerandaKABAR JATIMProyek Irigasi Tanpa Papan Informasi di Sumenep Menjadi Sorotan Publik

Proyek Irigasi Tanpa Papan Informasi di Sumenep Menjadi Sorotan Publik

PRN SUMENEP | Di masa pandemi covid-19, pelaksanaan proyek irigasi di Kecamatan Manding, Sumenep-Madura menjadi sorotan publik, khususnya dari sejumlah media dan LSM yang tergabung dalam Team Kalianget bersatu.

Pasalnya proyek tersebut yang masih dalam proses pekerjaan tahun 2021, di lokasi sepanjang pinggir jalan utama Manding tidak memasang papan nama proyek sebagai informasi publik atas penggunaan anggaran negara, dan pekerjaan di lapangan terkesan asal jadi, yang diduga kuat tidak sesuai gambar yang ada pada perencanaan awal.

Hal itu terbukti, saat sejumlah awak media dan LSM yang melakukan investigasi kelapangan, sampai tiga kali tidak menjumpai petugas pengawas di lapangan dari Dinas maupun pihak pelaksana, dan tidak satupun pekerja yang memegang gambar proyek tersebut, sehingga diduga kuat pekerjaan Proyek tersebut di kerjakan asal-asalan. Disaat ditanya proyek tersebut dari mana, pekerja menjawab tidak tau.

“Kami hanya pekerja, yang kami lakukan sesuai perintah dan kami tidak tau pekerjaan ini dari mana, apa sudah sesuai gambar atau tidak, karena kami tidak memegang gambar,” ucap salah satu tukang kepada media, Senin 22/03/2021.

Baca juga: https://penarakyatnews.id/2021/03/11/proyek-irigasi-di-desa-giring-modus-lama-bancaan-proyek-negara/

Sedangkan Bapak Saleh Kepala Cabang Dinas Provinsi yang ada di Kabupaten Sumenep mengatakan bahwa, wilayah jalan raya Manding sudah masuk jalan nasional sejak tahun 2016, sehingga dirinya tidak punya kewenangan dan tidak tau tentang proyek tersebut. Kita diarahkan untuk menghubungi Soni.

Disaat Soni dihubungi melalui telepon dan chat WhatsApp dia mengatakan bahwa pekerjaan tersebut adalah pekerjaan rutin dari PU Bina Marga PPK 3.1 Tanjung Bumi-Pamekasan-Sumenep, yang berkantor di Bangkalan. Disaat ditanya papan proyek dan besaran anggaran, Soni tidak tau dan mengarahkan untuk menghubungi Ramli.

Karena dari itu Misnadin selaku Ketua dari LSM LAKI di Kabupaten Sumenep meminta kepada pihak Dinas terkait untuk melakukan pengawasan bukan malah di biarkan pelaksanaan proyek tersebut begitu saja, agar pelaksanaan proyek tersebut bisa dikerjakan dengan maksimal mungkin sesuai petunjuk perencanaan awal.

“Karena proyek tersebut menggunakan anggaran negara harus ada keterbukaan publik, bukan malah di tutup-tutupi seperti ini tidak memasang papan nama proyek. Karena dari itu, praduga kami anggaran proyek tersebut akan menjadi bancaan berjamaah,” ujar Misnadin pada awak media, Kamis 25/03/2021.

Dengan banyaknya bangunan irigasi/drainase yang tidak tahan lama, telah banyak terjadi kerusakan di Kabupaten Sumenep karena dugaan pekerjaannya asal-asalan. Maka dari itu sejumlah wartawan dan LSM yang tergabung di Aktivis Kalianget bersatu akan melakukan audiensi dengan pihak DPRD Sumenep, agar pengawasan terhadap penggunaan anggaran negara dan pelaksanaan proyek di lapangan bisa dilakukan dengan maksimal.

(Erf dan Tim)

- Advertisement -
“fashion”

Sedang Hangat

Berita Menarik Lainnya