24.8 C
Mojokerto
BerandaOPINIBisakah Tetangga Dituntut Bila Menggangggu Ketentraman Tetangga Lain?

Bisakah Tetangga Dituntut Bila Menggangggu Ketentraman Tetangga Lain?

oleh;

iskandar Laka, S.H., M.H.

Dosen FH Uniyos dan Penasehat Hukum PRN.

Kadangkala kerukunan antar tetangga tidak selamanya harmonis. Kadang harus tercemari oleh ulah salah satunya. Dan kadang sangat teramat mengganggu dan tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

Tetangga yang berbuat ulah kadang perlu dikasih syokterapi . Tidak bisa terus menerus menimbulkan derita pada lingkungan sekitar atau tetangga. Terutama tetangga kiri, kanan, depan dan belakang. Apalagi saat sudah diperingatkan, tetangga tak kunjung introspeksi diri dan menyudahi kesalahan.

Tetangga yang berbuat ulah tersebut dapat dilaporkan pada pihak yang berwenang atau bisa digugat perdata. Berikut ini beberapa ulah tetangga yang bisa dituntut atau digugat atau bisa dibawah ke ranah hukum

  1. Beternak di rumah. Tetangga yang merasa terganggu dapat mengajukan keberatan berdasar 1368 KUHPerdata. Tindakan tersebut mengganggu kenyamanan melalui suara, pencemaran air, dan menimbulkan bau. Bila gugatan dikabulkan, tetangga yang beternak wajib menanggung kerugian dan membayar denda.
  2. Pohon yang dianggap mengganggu Gugatan bisa diajukan saat sudah mencapai level membahayakan atau merusak bangunan. Misalnya saat musim penghujan, daun dan dahannya patah, lantas menyumbat saluran air dan sebagainya. Pasal 201 angka 1 KUHP bisa membantu Anda menuntaskan perkara, jika ada tetangga tak segera beriktikad baik mengurus pohonnya.
  3. Rumah terkepung tembok tetangga. Ada dua pasal berguna untuk menuntaskan persoalan rumah yang terkepung tembok tetangga. Hingga menutup akses keluar masuk. Di antaranya pasal 667 KHUP dan pasal 668

KUHP yang menjadi dasar tuntutan agar tetangga menyediakan akses, dengan merelakan sebagian tanahnya dan menanggung biaya paling minimum asasnya servitut yang telah diatur di KUHPer dan untuk pemukiman yang diperuntukan untuk lahan hunian tidak diperkenankan untuk diperuntukan untuk home industri yang diatur didalam Undang-undang perumahan dan perda tata ruang dan pemukiman dan apabila dilanggar maka bagi tetangga yang keberatan karena terganggu bisa menggugat atas kerugian yang ditimbulkan.

  1. Parkir sembarangan Pasal berlapis siap menanti bagi tetangga yang suka parkir sembarangan. Tak punya garasi dan memanfaatkan lahan umum sebagai tempat mangkal mobilnya. Yakni pasal 671 KUHP dan pasal 1365 KUHPer.
  2. Bedah kembali jenis penghinaan jika dilakukan tetangga pada Anda.

Apakah berkategori hinaan terhadap ras, menuduh melakukan sesuatu, atau memaki. Semuanya disampaikan dalam bahasa kasar tanpa dasar. Hukum yang mengaturnya didalam UU No. 40 Thn 2008 tentang penghapusan diskrimnasi ras dan etnis, juga pasal 310 KUHP, pasal 311 KUHP, dan pasal 315 KUHP.

  1. Penyeborotan tanah. Jika tanah Anda diserobot tetangga tanpa kejelasan ganti rugi dan jalan keluar yang pasti Anda bisa mengadukan masalah ini.

Tetangga yang bermasalah tersebut akan dihadapkan pada UU No.51 PRP Thn 1960 tentang larangan pemakaian tanah tanpa izin yang berhak atau kuasanya.

  1. Aliran air Hujan. Larangan bagi tetangga untuk mengalirkan air ke tempat yang bukan haknya diatur dalam pasal 652 KUHPer dan dipertegas dalam Pasal 653 KUHPer:

“Tidak seorang pun diperbolehkan mengalirkan air atau kotoran melalui selokan-selokan di pekarangan tetangganya, kecuali ia mempunyai hak.”

  1. Musik Tetangga. Musik yang diputar tetangga dengan sangat kuat tentunya sangat mengganggu apalagi jika malam hari diatas jam 10 malam.

Terhadap hal tersebut tetangga tersebut dapat dituntut/digugat dasarnya Pasal 1365 KUHPer yang menyebutkan bahwa “tiap perbuatan melawan hukum yang membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang karena salahnya menerbitkan kerugian itu, mengganti kerugian tersebut”.

  1. Hewan Peliharaan Tetangga. Apabila tetangga tidak menjaga hewan peliharaannya dan hewan itu menyerang kita, maka terhadap tetangga pemilik hewan tersebut bisa dikenakan Pasal 490 butir 2 KUHP dengan ancaman hukuman pidana kurungan.

Apabila hewan tetangga tersebut membuang kotoran di wilayah rumah kita maka kita dapat menuntut ganti rugi kepada tetangga berdasarkan pasal Pasal 1368 KUHPer yang isinya:

“Pemilik binatang, atau siapa yang memakainya, selama binatang itu dipakainya, bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh binatang tersebut, baik binatang itu ada di bawah pengawasannya maupun binatang tersebut tersesat atau terlepas dari pengawasannya.”

  1. Merusak barang tetangga. Apabila tetangga kamu sengaja melempar atau mengggores mobil kamu dengan batu, merusak pot bunga milikmu, atau merusak barang-barang lainnya milkmu, maka terhadap perbuatan tetanggamu tersebut dapat dikenakan Pasal 170 ayat (1) KUHP atas pengerusakan barang milik orang lain.

Saran untuk pembaca setia ruang OH PRN jika saudara menghadapi case seperti yang dijelaskan diatas harap mengedepan asas diskusi atau musyawarah sehingga problem yang saudara hadapi bisa diselesaikan secara kekeluargaan karena upaya hukum itu adalah ultimum remedium (upaya terakhir kalau sudah tidak ada titik temu).

Semoga artikel essay opini ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan kita akan kaidah dan norma hukum positif yang berlaku untuk mengatur perilaku manusia.

- Advertisement -
“fashion”

Sedang Hangat

Berita Menarik Lainnya