PRN MOJOKERTO | Tidak sedikit dan hampir semua lapisan masyarakat merasakan dampak adanya pandemic covid-19 yang melanda Indonesia dan dunia, keterpurukan ini ditambah dengan kebijakan pemerintah yang melarang mudik dalam lebaran 1442 Hijriyah tahun 2021 ini.
Tujuan pemerintah memang baik, meminimalkan penyebaran covid-19 namun dampak yang dirasakan masyarakat terutama warga pedagang di pasar yang biasanya saat menjelang lebaran dapat meraup keuntungan yang lumayan, kini semakin lesu dan sangat sepi.
Hal ini dirasakan oleh Suciono (56) warga Sarirejo Mojosari, Suciono yang kesehariannya berjualan ayam potong di Pasar Legi Mojosari sangat merasakan keterpurukan usahanya yang sangat luar biasa, pasalnya disaat menjelang lebaran seperti biasanya dirinya bisa menjual daging ayam potong dengan jumlah besar dengan kenaikan harga yang lumayan, namun kini terasa sepi bagaikan berjualan di makam.
“padahal di saat seperti ini biasanya kenaikan harga ayam potong sangat luar biasa mas, lah ini kita naik cuman Rp.2000 dari harga Rp. 38.000. naik menjadi Rp. 40.000 per kilo itupun kita sulit menjual. Wes pokok e ampun mas” tegas Suciono.
Namun hal yang dirasakan oleh Suciono juga dirasakan oleh pedagang lainnya dan mereka berharap dan berdo’a semoga pandemic covid-19 ini segera minggat dari Indonesia dan yang terpenting pemerintah lebih bijaksana dalam menyikapi segala keluhan masyarakat. Pungkas Suciono. (Paijo)

