32.8 C
Mojokerto
BerandaOPINIJenis Jenis Hukum Dalam Putusan Pengadilan Perkara Pidana.

Jenis Jenis Hukum Dalam Putusan Pengadilan Perkara Pidana.

oleh:

Iskandar Laka, S.H., M.H.

Dosen FH Uniyos Surabaya dan Penasehat Hukum PRN.

Didalam praktik peradilan pidana kita kenali jenis jenis Putusan dalam Perkara Pidana.

Hal yang mendasar adalah perbedaan antara putusan bebas dan lepas dapat ditinjau dari segi hukum pembuktian. Apabila dalam pembuktian, Penuntut Umum tidak dapat membuktikan dengan dua alat bukti yang sah dan disertai keyakinan hakim, sesuai dengan asas minimum pembuktian maka putusan tersebut menjadi putusan bebas (vrijspraak).

Sedangkan apabila tuntutan hukum atas perbuatan yang dilakukan terdakwa dalam surat dakwaan penuntut umum telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum, akan tetapi terdakwa tidak dapat dijatuhi pidana, karena perbuatan tersebut bukan merupakan tindak pidana maka putusan tersebut menjadi putusan lepas dari segala tuntutan hukum (ontslag van alle rechtsvervolging).

  1. PUTUSAN PENGADILAN YANG BERUPA PEMIDANAAN.

Putusan Pemidanaan.

“Sebagaimana telah disebutkan dalam Pasal 194 ayat (1) KUHAP “jika pengadilan berpendapat bahwa terdakwa bersalah melakukan tindak pidana yang didakwakan kepadanya, maka pengadilan menjatuhkan pidana”.

Putusan jenis ini majelis hakim berdasarkan pemeriksaan di persidangan pengadilan, hakim berpendapat bahwa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah telah melakukan tindak pidana yang didakwakan kepadanya maka pengadilan menjatuhkan pidana  sebagaimana ditentukan dalam pasal 193 ayat (1) KUHAP.

  1. PUTUSAN PENGADILAN YANG BERUPA PEMBEBASAN DARI SEGALA DAKWAAN/ (VRIJSPRAAK).

Putusan Bebas

Disebutkan juga dalam Pasal 191 ayat (1) KUHAP bahwa yang dimaksud dengan putusan bebas adalah, “jika majelis hakim berpendapat bahwa dari hasil pemeriksaan di sidang, kesalahan terdakwa atas perbuatan yang didakwakan kepadanya tidak terbukti secara sah dan meyakinkan, maka terdakwa diputus bebas”.

Putusan majelis hakim yang berdasarkan pemeriksaan dipersidangan pengadilan, majelis hakim berpendapat bahwa terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah telah melakukan bindak pidana yang didakwakan kepadanya maka pengadilan membebaskan dari segala dakwaan sebagaimana yang diatur dalam Pasal 191 ayat (1) KUHAP.

  1. PUTUSAN PENGADILAN YANG BERUPA LEPAS DARI SEGALA TUNTUTAN HUKUM (ONTSLAG VAN RECHTS VERVOLGING).

Artinya putusan majelis hakim yang berdasarkan pemeriksaan di persidangan pengadilan, majelis hakim berpendapat bahwa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah telah melakukan perbuatan yang didakwakan kepadanya tetapi perbuatan tersebut bukan merupakan tindak pidana maka pengadilan menjatuhkan putusan lepas dari segala tuntutan pidana sebagaimana ditentukan dalam pasal 191 ayat (2) KUHAP atau terdakwa tidak dapat dipertanggungjawabkan karena adanya alasan pemaaf maupun alasan pembenar.

Sumber Hukum

Pasal 193 Ayat (1), Pasal 191 Ayat (1) Pasal 191 Ayat (2) Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Demikian pembahasan hukum diruang OH PRN kali ini semoga bermanfaat dan menambah wawasan pengetahuan hukum pembaca setia PRN dan masyarakat pencari keadilan.

- Advertisement -
“fashion”

Sedang Hangat

Berita Menarik Lainnya