By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
Notification Show More
Font ResizerAa
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Reading: Ketua Petaka Mengkritik Keras 100 Hari Kepemimpinan Bupati Banyuwangi
Share
Font ResizerAa
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
Search
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Follow US
Beranda » Blog » Ketua Petaka Mengkritik Keras 100 Hari Kepemimpinan Bupati Banyuwangi
KABAR JATIM

Ketua Petaka Mengkritik Keras 100 Hari Kepemimpinan Bupati Banyuwangi

Redaksi
Last updated: 6 Juni 2021 9:48 am
Redaksi
Published: 6 Juni 2021
Share
SHARE

PRN BANYUWANGI | Nanang Slamet Ketua Pergerakan Wartawan Reinkarnasi ( PETAKA) Banyuwangi, mengkritik keras Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, dalam acara dialog publik dengan tema “Menakar Konsistensi Menjaga Kesinambungan dalam 100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi” yang digagas oleh Gerakan Rakyat Banyuwangi Bersatu (GARABB), di Hotel Ikhtiar Surya pada, Sabtu, (5/6/2021.

Dia menyampaikan bahwa dialog semestinya tidak hanya sebatas retorika, namun harus memberikan optimisme serta solusi konkrit terhadap masalah yang dihadapi masyarakat.

“Di antara narasumber hanya satu yaitu ketua Dprd Banyuwangi yang memberikan pemaparan secara objektif dan optimisme kepada audien, yang lain malah terkesan curhat,” ungkapnya.

Semestinya, menurut Nanang, narasumber harus berbicara objektif karena pertarungan politik merebut kursi bupati sudah selesai.

Dalam pandangannya, narasumber yang sebagian besar notabene bukan dari partai pengusung itu justru membuat ajang penghakiman dengan membandingkan isu pemberhentian THL dengan program kerja bupati. Mestinya, kata dia, sebagai anggota DPRD Banyuwangi harus berbicara solusi.

“Sudahlah itu tugas anda sebagai anggota dewan, tidak perlu curhat, kami hanya ingin tau langkah konkrit apa yang akan dilakukan DPRD untuk mencari solusi berkenaan THL,” cetus Mantan Presiden Mahasiswa UNTAG 1945 Banyuwangi ini.

Satu lagi, lanjut Nanang, dalam forum diskusi ini, dirinya mempertanyakan persoalan tambang ilegal di lahan produktif kepada pemateri.

Menurutnya jangan hanya sebatas memainkan isu pemberhentian THL, tambang ilegal di tengah-tengah lahan produktif juga mengganggu petani dan itu dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi.

“Kami tunggu langkah konkrit anda sebagai anggota dewan,” tandasnya.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Michael Edy Haryanto, menanggapi bahwa persoalan tambang ilegal sangat kompleks. Terutama tambang yang menyasar lahan produktif.

“Seharusnya di lahan-lahan produktif dikurangi, dan juga melihat RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) nya. Boleh tidak untuk pertambangan,” ucap Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Banyuwangi ini.

Menurut dia, mengenai perizinan tambang kini bukan lagi hak dan kewenangan kabupaten, namun sudah diambil provinsi dan pusat. Pihaknya pun tidak bisa berbuat banyak.

Terkait penertiban tambang ilegal, Michael mengakui tidak bisa serta merta menutup. “Kalau semua ditutup untuk pertambangan pembangunannya seperti apa,” ucapnya.

Sehingga, lanjut Michael, perlu adanya kebijakan dari daerah. Dia pun mengusulkan kepada Forkopimda agar secepatnya mengambil kebijakan untuk menyelesaikan persoalan tambang, sehingga dapat berjalan.

“Ini untuk pembangunan, bukan untuk oknum-oknum tertentu. Cuma harus ditata, dibuat aturan, jangan sampai merusak lingkungan hidup. Apalagi lahan produktif,” tegasnya.

Termasuk, kata dia, pembuangan sampah ke bekas galian juga perlu diatur. “Jadi semua itu harus diatur. Ketika ada penambangan aturannya itu harus ada,” pungkasnya.  ( Solikin).

You Might Also Like

Pemkab Kediri Gelar Upacara Harkitnas ke-117 dengan Semangat Persatuan dan Inovasi
Program Kampung Bahasa Kembali Menggeliat, Dinas Pendidikan Kejar Target
Ekonomi Jawa Timur Triwulan I-2024 Meningkat sebesar 4,81 Persen (Y On Y)
Istighosah dan Santunan Anak Yatim Menjadi Agenda Tahunan Ruwat Desa Randegan yang diakhiri Keleman
Ujian Calon Perangkat Desa Kiyonten Kasreman Ngawi
TAGGED:BanyuwangiKritik Keras
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trend Terkini
METRO JABODETABEK

SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah

Redaksi
By Redaksi
6 Oktober 2026
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan
Jatim Fest 2026 Digelar, KAI Daop 8 Surabaya Hadirkan Promo Tiket Kereta hingga 30 Persen
Swakelola Rp1,1 Miliar, Perkim Jombang Benahi Trotoar dan Drainase di 6 Ruas Jalan Kota
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul

Kategori Berita

  • Politik
  • Lawan Korupsi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Kabar JATIM
  • Nusantara
  • Opini
Menu Cepat
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Susunan Redaksi
  • Copyright
  • Disclaimer
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah
6 Oktober 2026
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan
5 Oktober 2026
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul
3 Oktober 2026
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab
2 Oktober 2026
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
© Penarakyatnews.id 2026. All Rights Reserved. Developed by Marga
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?