30.8 C
Mojokerto
BerandaKABAR JATIMTata Kelola DKP Kota Mojokerto Terlihat "Amburadul"

Tata Kelola DKP Kota Mojokerto Terlihat “Amburadul”

PRN MOJOKERTO | DKP (Dinas Kebersihan dan Pertamanan) adalah dinas yang ada di pemerintahan Kota Mojokerto yang bertanggung jawab terhadap kebersihan dan keindahan Kota Mojokerto. Salah satu tugas mereka adalah memelihara dan merawat tanaman yang ada di sepanjang jalan Kota Mojokerto, mulai dari taman sampai pohon-pohon besar menjadi tanggung jawab mereka .

Hal tersebut memang selalu dilakukan oleh petugas lapangan termasuk menyapu daun-daun dan sampah di sepanjang jalan milik pemerintah Kota Mojokerto .

Mereka juga menyediakan jasa berbayar dalam kegiatan-kegiatan yang dibutuhkan masyarakat salah satunya adalah jasa penebangan pohon di rumah-rumah warga . Masyarakat bisa minta penebangan pohon melalui jasa petugas maupun peralatan resmi milik dinas tersebut dengan imbalan berupa uang, seperti yang dilakukan beberapa waktu yang lalu di Jalan Jeruk nomor 14 Wisma Magersari Indah Kelurahan Wates Kota Mojokerto pada awal bulan Mei 2021 tepatnya di area kediaman sebut saja Toyib (bukan nama sebenarnya, red)

Pada kegiatan pemotongan pohon mangga yang dilakukan tersebut, mereka menggunakan peralatan crane dan truk pengangkut sampah tebangan pohon.

Pemotongan pohon mangga yang dilakukan petugas DKP waktu itu, terkesan tidak dilakukan secara profesional sampai ada dahan besar yang menimpa atap rumah sebelahnya. Mengetahui ada atap pecah seluruh petugas yang terlibat dalam kegiatan tersebut terkesan tidak ada itikad baik untuk bertanggung jawab sampai seluruh sampah daun bersih, tidak ada satupun baik petugas lapangan atau honorer apalagi petugas resmi dari dinas terkait dalam hal ini ASN penanggung jawab kegiatan yang konfirmasi terkait pecahnya atap rumah Jalan Jeruk nomor 16.

Beberapa hari setelah pemotongan ada petugas datang lagi untuk mengangkut kayu kayu sisa potongan yang ada.

Sementara Toyib selaku pemilik rumah dan juga seorang jurnalis menanyakan kepada sopir truk terkait atap rumahnya yang pecah, tapi tidak mendapat jawaban yang jelas.

Karena tidak ada niat baik dari pemilik rumah no 14 maupun dinas terkait untuk menyelesaikan masalah ini dan juga karena mendengar rumah sebelah telah dijual atau berpindah tangan, pemilik rumah mendatangi kantor DKP untuk mencari kejelasan terkait atapnya yang pecah dan ditemui oleh Yus Agustiyan dan dijanjikan penyelesaian secepatnya (10/5/2021) dan sehari kemudian dipertegas oleh RT yang senada sama dengan Yus Agustiyan.

Alhasil sampai berita ini diturunkan janji petugas DKP hanya omong kosong dan tidak di realisasikan perbaikan atap rumah Toyib. (Yon)

- Advertisement -
“fashion”

Sedang Hangat

Berita Menarik Lainnya