PRN GRESIK| Salah satu organisasi Pencak silat di balai desa Kepatihan, Kec. Menganti, Kab. Gersik tetap beraktifitas tidak hiraukan keputusan pemerintah terkait PPKM darurat. Seruan pemerintah terkait Pembatasan kegiatan masyarakat seperti nyanyian sumbang bagi kelompok pendekar silat ini. Minggu (18/7/2021).
Belum diketahui dengan pasti identitas perkumpulan pencak silat yang mencuri perhatian masyarakat Menganti ini. Dari informasi yang dihimpun awak media, kegiatan ini bukan kali pertama di masa PPKM Darurat.
Menggunakan fasilitas lapangan balai desa, kegiatan pencak silat ini diikuti lebih dari 20 peserta. Sebagian ditemui tanpa menggunakan masker dan menjaga jarak, namun kegiatan berjalan lancar tanpa kendala.
Menurut keterangan yang dihimpun awak media, kegiatan kerumunan latihan ini telah mendapat ijin dari kepala desa.
Menanggapi informasi ini, kepala desa Kepatihan mengakui bahwa dirinya kecolongan. Lebih lanjut disampaikan bahwa penanggung jawab pencak silat yang bernama Retno memang pernah mendatangi kediamannya untuk meminta ijin kegiatan.
“Tapi saya belum ketemu dengan mas Retno dan ijin belum saya berikan tempat untuk dipakai latihan,” kata Kades.
Lebih lanjut disampaikan bahwa ada kesalahan komunikasi di interen perangkat desa. Orang nomor satu di desa Kepatihan ini menyampaikan bahwa penanggung jawab pencak silat meminta ijin ke salah satu perangkat yang juga anggota dari kelompok pencak silat tersebut.
“Makanya tadi kita rapat, saya sampaikan ke perangkat jangan begitu,” ungkap kades menjelaskan kekecewaannya kepada oknum perangkat.
Seperti diketahui, penyebaran virus Covid-19 mengalami lonjakan yang signifikan dalam beberapa pekan ini. Angka kematian yang dirilis tim gugus tugas juga mengalami peningkatan. Perlu kerjasama semua pihak termasuk pendekar silat untuk mematuhi Prokes guna memutus rantai penyebaran virus.
(Erik)

