32.8 C
Mojokerto
BerandaKABAR JATIMPutus Asa, Pedagang Pasar Dinoyo: "Kami Berharap DPRD dan Bupati Mojokerto Sidak...

Putus Asa, Pedagang Pasar Dinoyo: “Kami Berharap DPRD dan Bupati Mojokerto Sidak Ke Sini..!!”

PRN MOJOKERTO| Pedagang Pasar Dinoyo kecamatan Jatirejo, kabupaten Mojokerto mengeluhkan carut marut nya pengelolaan pasar. Selain maraknya pungli oleh oknum pengelola, pedagang juga mengeluhkan lapak liar yang terkesan dibiarkan menjamur di luar area. Jumat (23/7/2021).

Pasar sebagai salah satu pusat perputaran ekonomi masyarakat perlu penataan yang serius oleh pemerintah. Pasalnya perputaran uang melalui transaksi jual beli antara pedagang mampu menyumbangkan penghasilan asli daerah melalui retribusi.

Hal ini tampaknya tidak terjadi di Pasar Tradisional Dinoyo yang dikelolah UPT Pasar Kabupaten Mojokerto. Pelapak liar menjajahkan dagangannya di luar pasar mengakibatkan pedagang yang menyewa stand di dalam pasar jarang dikunjungi pembeli.

Seperti tidak mau tahu dengan situasi ini, pengelola sepertinya hanya memikirkan kewajiban retribusi pedagang harus tetap berjalan.

MS (inisial, red), pedagang yang berjualan di salah satu stan pasar mengakui bahwa banyak rekan pedagang yang semula ada di dalam pasar memilih berlomba keluar membuka lapak liar agar mendapat pembeli.

“Alhasil banyak stan dalam pasar banyak yang mangkrak, saya sendiri susah dagang seperti ini,” terang MS.

Lebih lanjut MS menyampaikan bahwa ada niatan untuk berdagang di luar, namun pihak pengelolah mengancam akan mengalihkan stan yang dimiliki kepada orang lain jika melakukan hal tersebut.

“Tapi repotnya pihak pengelola ngak ada solusi untuk masalah ini, Kami Berharap DPRD dan Bupati Mojokerto Sidak Ke Sini supaya tau keadaannya,” kata MS.

Penelusuran awak media di lapangan menemukan bahwa potensi kerugian negara melalui retribusi akibat pembiaran keadaan ini justru masuk ke kantong oknum. Bagaimana tidak, kutipan-kutipan yang dibayarkan oleh pedagang liar di luar pasar tidak akan mungkin masuk ke kas negara.

Terkait hal ini, awak media mencoba meminta konfirmasi ke bapak Iwan, Plt. Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto. Diwakilkan oleh Fackhur rohman, kepala UPT Pasar  menyampaikan bahwa permasalahan pasar memang hal yang kompleks.

Terkait pedagang yang berada di luar pasar Fackhur rohman mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui seperti apa awalnya bisa terbentuk.

Masih dalam keterangan kepala UPT Pasar, orang nomor satu di lingkup pasar ini menyarankan kepada para pedagang yang mungkin dalam keadaan sulit atau kehabisan modal agar dapat mengalihkan stan nya kepada sanak atau keluarga.

(Aji)

- Advertisement -
“fashion”

Sedang Hangat

Berita Menarik Lainnya