32.8 C
Mojokerto
BerandaKABAR JATIMPungutan Pemakaman Korban Covid Disorot, Mudin Desa: "Tak Balek No Duit'e Tapi...

Pungutan Pemakaman Korban Covid Disorot, Mudin Desa: “Tak Balek No Duit’e Tapi Jupuk’en Mayat’e”

PRN MOJOKERTO| Agus, mudin (KAUR Kesra) desa Sukoanyar, Kecamatan Ngoro, Mojokerto bereaksi setelah pungutan pemakaman korban Covid-19 disorot media. Berniat kembalikan uang pungutan dan meminta keluarga untuk mengambil kembali mayat. Selasa (27/7/2021).

Pertemuan antara awak media PRN dengan Agus selaku Mudin berlangsung pada hari senin (26/7/2021) di sekitaran daerah Mojosari. Sungguh mengejutkan reaksi yang disampaikan oleh seorang perangkat berlebel Mudin.

Pasalnya, Agus meminta keluarga untuk mengambil kembali mayat korban Covid-19 yang telah dimakamkan. Kejadian ini sebagai buntut kekesalannya akibat keluarga melibatkan media untuk mempertanyakan pungutan sebesar 2,5 jt atas pemakaman SW.

“Tak balek no duit sak mono iku, tapi jupuk’en mayat’e,” kutipan perkataan Agus yang dalam bahasa Indonesia berarti ‘saya kembalikan uang sejumlah itu, tapi ambil kembali mayatnya’.

Baca berita sebelumnya:  https://penarakyatnews.id/2021/07/26/tega-keluarga-korban-meninggal-covid-19-dipungut-25jt-untuk-biaya-pemakaman-di-desa-sukoanyar-ngoro/

Dalam klarifikasinya atas penyataan nara sumber dalam pemberitan PRN, Mudin menjelaskan bahwa desa tidak pernah meminta uang untuk pemakaman jenazah SW yang terkonfirmasi Covid 19. Namun sebaliknya pihak keluargalah yang menawarkan pada mereka.

“Berhubung bener iku berKTP kene, kono nawari, mas kalau di desa biayanya berapa (pemakaman)?, Kono sing nawari,” kata Agus yang dalam bahasa Indonesia berarti ‘berhubung benar (SW) berKTP desa ini, pihak keluarga menawarkan, kalau dimakamkan di desa ini biayanya berapa? Jadi pihak keluargalah yang menawarkan’.

Jurnalis Pena Rakyat News butuh waktu untuk mencerna penyataan Mudin Agus. ”Kalau dimakamkan di desa biayanya berapa?” Berkali-kali sang Mudin mengutip kalimat ini untuk menjelaskan cara keluarga menawarkan biaya pemakaman.

Benarkah Keluarga Menawarkan??

Tunggu…!!!   Bukankah kalimat itu sebuah pertanyaan?  Mestinya keluarga butuh jawaban!! Yang pasti kalimat itu Bukan sebuah penawaran!! 

Dipihak lain, kepada PRN keluarga korban Covid-19 menjelaskan bahwa pihak desa jelas-jelas meminta 2,5 juta untuk semua keperluan pemakaman. Hal ini juga ditegaskan oleh salah seorang yang mendengarkan pembicaraan antara ketua RT dengan Zai, Kaur Pembangunan.

“Waktu itu Pak Zai minta ke pak RT alasannya untuk beli APD sama bayari sukarelawan yang mengubur,” kata narasumber yang tidak bersedia disebut identitasnya (hak tolak, red).

Keluarga menyampaikan bahwa alasan kehabisan persediaan APD menjadi jalan masuk untuk memulai pembicaraan tentang uang pada saat itu. Terkait dengan ketersediaan APD, Mudin Agus menjelaskan bahwa faktor lonjakan angka kematian yang mencapai angka 20 dalam seminggu sebagai penyebabnya.

“Stok saya memang habis, padahal saya sudah membeli 40 baju APD,” kata Agus pada wartawan.

Awak media PRN mencoba mengkalkulasi data yang disampaikan oleh Mudin. Dalam pengakuannya, setiap kali pemakaman warga dibutuhkan 7 orang tenaga sukarelawan. Artinya stok APD Mudin yang berjumlah 40 hanya bertahan untuk memakamkan 5 jenazah.

Setiap kali ada pemakaman warga yang sakit, maka 7 sukarelawan akan menggunakan 7 set APD yang harus segera dimusnahkan setelah pemakaman. Sementara angka kematian mencapai 20 orang perminggu.

Sulit memahami “Sense Of Crisis” atau kepekaan terhadap keadaan darurat para pengambil kebijakan di desa ini. Tampaknya masyarakat Sukoanyar harus lebih banyak berdoa agar yang meninggal karena sakit tidak melebihi 5 orang.

H. Faizun, S.H., M.M., pejabat di lingkungan pemerintah kabupaten Mojokerto menanggapi permasalahan ini. Melalui pesan aplikasi Whatsapp, mantan Plt Camat Ngoro ini menyampaikan bahwa aturan terbaru tentang anggaran terkait Covid dapat diambil dari Dana Desa sampai 10%.

“Sebetulnya Desa sdh d berkenangkan utk biaya terkait dg covid dari dana DD, aturan nya bsa 8 s/d 10 persen dari DD,” demikian kutipan pesan WA Faizun.

(Samosir)

- Advertisement -
“fashion”

Sedang Hangat

Berita Menarik Lainnya