32.8 C
Mojokerto
BerandaKABAR JATIMTega, Keluarga Korban Meninggal Covid-19 Dipungut 2,5jt Untuk Biaya Pemakaman di Desa...

Tega, Keluarga Korban Meninggal Covid-19 Dipungut 2,5jt Untuk Biaya Pemakaman di Desa Sukoanyar-Ngoro

PRN MOJOKERTO| AR (Inisial, red), salah satu keluarga korban meninggal akibat Covid-19 mengeluh lantaran dimintai untuk membayar biaya pemakaman sebesar 2,5jt. Hal ini terjadi di desa Sukoanyar, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Senin (25/7/2021).

Kabar dipungutnya biaya pemakaman dibenarkan AR melalui sambungan seluler. Kepada awak media, disampaikan bahwa jumlah 2,5jt akumulasi untuk pengadaan APD, honor penggali makam dan imbalan mudin.

AR menceritakan kronologi kejadian, SW (inisial, red), orang tua AR sebelum meninggal memang tinggal di Surabaya, namun beliau adalah putra asli desa dan masih ber KTP Sukoanyar Mojokerto. Bahkan saudara-saudara kandungnya masih hidup di desa itu. SW terpapar Covid dan dirawat di Rumah Sakit di Surabaya sebelum akhirnya meninggal.

Setelah meninggal, AR menerangkan bahwa pemkot Surabaya tidak mengijinkan Almarhum dikebumikan di pemakaman Surabaya. Hal ini dikarenakan masih ber KTP Mojokerto. Pihak rumah sakit membantu keluarga dengan memberikan kontak person gugus tugas Covid-19 Kabupaten Mojokerto khusus bagian pemakaman.

Mendapat rekomendasi untuk dimakamkan di makam desa kelahiran, Putra Almarhum berkoordinasi dengan pihak desa. Dengan dalih ketersediaan APD sedang kosong, pada saat itulah oknum Kaur yang kerap disapa Zai melalui RT setempat meminta biaya untuk mengurus pemakaman.

“Saya hanya mikir gimana supaya jenazah ayah saya segera dikebumikan, hanya itu,” kata AR menggambarkan keadaan pada saat itu.

Masih dalam keterangan AR, setelah jenazah dikebumikan, permintaan uang untuk biaya pemakaman ditagih melalui Suparlan, ketua RT 08 tempat alamat almarhum tinggal. AR mencoba mengkonfirmasi berapa jumlah tagihan untuk semua proses pemakaman ke Suparlan. Diuraikan sebagai berikut:

– Penggali kubur Rp. 150rb/orang (6 orang)
– Mudin (Sukarela, tapi patokannya kalau bisa lebih tinggi dari penggali kubur)
– selebihnya (estimasi 2,5jt tadi) untuk pembelian APD, makan, rokok, dll.

“Pada saat itu saya hanya membawa uang satu juta lima ratus, uang itu saya serahkan ke mereka, saya janji kekurangannya menyusul saya bayar,” kata AR.

Terkait hal ini, awak media mencoba mengkonfirmasi ke pihak Desa. Dihubungi melalui seluler, Zai yang mengaku sebagai Kaur Kesra menyampaikan bahwa memang desa Sukoanyar sedang kehabisan APD untuk pada saat itu.

Lebih lanjut Zai menerangkan bahwa jika menunggu APD dari Puskesmas kemungkinan akan lama, sehingga dirinya menawarkan kepada keluarga untuk beli sendiri.

“Kami ngak minta pak, keluarga yang mau,” kata Zai melalui sambungan telpon.

Beda Zai dengan pernyataan Priyanto, Kepala desa Sukoanyar. Dihubungi melalui pesan WA, Priyanto membantah bahwa ketidakadaan persediaan stok APD di desa. Kades membantah bahwa desa meminta pungutan untuk pemakaman Covid-19.

“Gak ada  mas saya sebagai kepala desa gk pernah minta biaya pemakamam pada siapapun,” kata Kades.

Lebih lanjut awak media mencoba mengkonfirmasi koordinator pemakaman gugus tugas Covid-19 kabupaten Mojokerto. Dihubungi melalui seluler, Suti, koordinator pemakaman Covid Kabupaten Mojokerto meminta waktu untuk dapat menjawab konfirmasi wartawan. Kebutuhan konfirmasi dengan gugus tugas terkait pembebanan biaya pemakaman jenasah Covid 19.

“Oh, klo masalah pemakaman memang saya yg koordinator nya, Tp ini saya msih pjlann,” jawab Suti melalui pesan WA.

Hingga berita ini ditayangkan, PRN masih belum menerima konfirmasi terkait pembiayaan pemakaman masyarakat terkonfirmasi Covid-19 dari gugus tugas kabupaten Mojokerto.

(Red)

- Advertisement -
“fashion”

Sedang Hangat

Berita Menarik Lainnya