PRN MADIUN| Dewan Perwakilan Rakyat Kota Madiun menggelar Rapat Paripurna bersama Pemerintah Kota Madiun dengan agenda Penyampaian Pemandangan Umum Fraksi Fraksi DPRD Kota Madiun Atas Raperda Tentang P-APBD Tahun 2021 di gedung paripurna DPRD Kota Madiun,Selasa 24/8/2021.
Rapat Paripurna dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Madiun, Wakil Ketua DPRD Kota Madiun, Walikota Madiun, Wakil Walikota Madiun, anggota DPRD Kota Madiun, Forkopimda, dan OPD.
Dalam pelaksanaan Rapat Paripurna dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan, penggunaan masker dan jaga jarak, selain itu juga melalui vidio conference.
Walikota Madiun Maidi mengatakan tidak menampik adanya pertanyaan yang disampaikan dewan dalam hal penanganan Covid-19 yang pasti menurutnya Pemerintah Kota berupaya maksimal untuk menekan tingginya kasus, salah satunya optimalisasi layanan baik dibidang kesehatan, sosial ekonomi maupun pendidikan.
Disamping itu tidak terserapnya anggaran secara maksimal karena selama pandemi ini ada banyak pengusaha yang mengeluarkan CSR nya untuk membantu masyarakat terdampak Covid-19.
“Tidak terserapnya anggaran itu, tapi kan pelayanan kita tetap optimal. Bukan tidak terserap terus mengurangi pelayanan. Uang negara justru efisien, kalau ada CSR perusahaan ya kita terima wong itu amanat undang undang intinya tidak mengurangi pelayanan kepada masyarakat apalagi di masa pandemi ini,” ungkapnya.
Walikota Maidi juga menjelaskan untuk penanganan Covid-19 semua kebutuhan masyarakat dicukupi, diantaranya masalah pangan ia menjamin tidak akan ada kesulitan selain itu juga droping obat obatan, vitamin maupun masker kepada masyarakat.
Selain itu dalam waktu dekat Pemerintah Kota juga akan memfasilitasi warganya untuk melakukan rapid tes antigen gratis bagi kelurahan yang kasus kematian dan kasus aktifnya tinggi.
Sementara itu Ketua DPRD Kota Madiun Andi Raya Bagus Miko Saputra mengatakan masukan yang disampaikan DPRD itu wajar untuk kesempurnaan P-APBD Tahun 2021sekaligus ingin mengetahui secara pasti penanganan Covid-19, karena sampai saat ini Kota Madiun masih berada di level 4 penanganan Covid-19.Banyak disorot terkait penanganan Covid-19, menanyakan ke Pemerintah Kota kiat kiat apa yang dilakukan dalam hal penanganan Covid-19.
“Termasuk optimalisasi penyerapan anggaran karena di masa pandemi ini kan banyak yang WFH ya jadi kegiatan di OPD banyak yang tidak terfokus atau tidak terlaksana, namun ini akan kita alihkan untuk penanganan Covid-19,” jelas Andi Raya.
(Toni)

