PRN BANYUWANGI| Masyarakat Desa Dadapan Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi di buat geger pada siang hari, karena telah di temukan janin bayi yang sempat dibuang di sumur tempat praktek Dokter Umum Neni Destriana. Akhirnya warga melaporkan ke Polsek Kabat dan diteruskan ke Basarnas Pos Banyuwangi untuk mengevakuasi janin bayi di dalam sumur.
Membutuhkan waktu agak lama anggota Basarnas Pos Banyuwangi untuk melakukan pengangkatan janin bayi karena kedalaman air serta gelapnya kondisi sumur membuat evakuasi hingga beberapa jam.
Ketika tim media melakukan wawancara ke salah anggota Basarnas Pos Banyuwangi Wahyu Setia Budi mengatakan ” Kedalaman sumur mencapia tiga belas meter dan kedalaman air sekitar satu setengah meter, “ ujarnya , Jumat (10/09/21).
Sementara itu, di tempat yang sama Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu saat dikonfirmasi mengatakan, setelah dievakuasi bayi sudah dalam kondisi meninggal dunia.
“ Untuk ibunya berusia, masih di bawah umur. Jenis janin bayi yang dibuang laki laki, “ jawab Kapolresta Banyuwangi.
Perlu diketahui, pembuangan janin bayi di sumur tempat praktek Dokter Umum pertama diketahui perawat yang hendak mengambil air di dapur. Namun dikejutkan dengan ceceran darah di lantai dan kamar mandi. Beruntung pihak dokter langsung mengecek CCTV yang terpasang, dan melaporkan kasus pembuangan janin bayi ke Polsek Kabat.
Dari pantauan awak media sekitar pukul 15.30 wib sumur tempat buangan janin bayi milik Dokter Neni Destriani sudah di kelilingi garis Polisi Line dan di jaga polisi untuk di lakukan olah TKP selanjutnya.
(Solikin.)

