28.8 C
Mojokerto
BerandaKABAR JATIMKetua MP3S ; Laporkan Ke Kapolri Oknum Polisi Yang Memukul Mahasiswa Saat...

Ketua MP3S ; Laporkan Ke Kapolri Oknum Polisi Yang Memukul Mahasiswa Saat Demo

PRN SUMENEP | Berdasarkan video yang beredar dan pemberitaan media, diduga oknum anggota Polres Sumenep yang melakukan penganiayaan/pemukulan kepada mahasiswa yang sedang melakukan aksi demo di depan kantor Disperindag Kabupaten Sumenep, MP3 Sumenep mengecam keras perbuatan oknum tersebut, Kamis 07/10/2021.

Dari itu, Sahnan Ketua dari Masyarakat Pengamat Percepatan Pembangunan Sumenep (MP3S), atas perbuatan biadab oknum anggota Polres Sumenep, segera dilaporkan kepada Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri).

“Agar tidak bertele-tele, saya menyarankan kepada pihak korban langsung melaporkan perbuatan oknum Polri tersebut kepada Kapolri, agar Kapolri mengetahui langsung bahwa ada dugaan oknum anggotanya di Polres Sumenep melakukan tindakan pidana kekerasan dan penganiayaan,” ujarnya.

Ketua MP3S menambahkan bahwa dizaman sekarang tidak perlu aparat Kepolisian main pukul saja, seharusnya para pendemo tersebut harus dijaga dan diayomi disaat aksi demo untuk menyampaikan aspirasinya.

“Seharusnya yang dilakukan oleh Kepolisian terhadap pendemo, yakni upaya persuasif, humanis, peringatan terhadap peserta yang melanggar, pemberian peringatan kepada penanggung jawab pelaksanaan, penghentian kegiatan, hingga pembubaran masa, bukan melakukan penganiayaan dan main hakim sendiri yang diduga dilakukan oleh oknum aparat Kepolisian kepada para pendemo, karena para demostrasi dijamin dalam UU dan tidak perlu terjadi hal-hal seperti yang ada dalam video tersebut,” tegas Ketua MP3S.

Selain itu, Ketua MP3S memohon serta meminta kepada Kapolri melalui Kapolres Sumenep atau propam, agar memeriksa oknum Polisi yang telah melakukan tindakan kekerasan terhadap para pendemo. Bila nantinya terbukti melakukan kesalahan agar ditindak tegas sesuai aturan dan hukum yang ada, supaya kepercayaan masyarakat terhadap Kepolisian tidak hilang dan semoga Kabupaten Sumenep tercipta kondisi yang aman nyaman dan kondusif.

Berdasarkan pemberitaan yang dilansir dari TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP – bahwa aksi demo mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Perjuangan Demokrasi Rakyat (GPDR) Sumenep dan aparat kepolisian di Jalan Raya Urip Sumoharjo berakhir ricuh, Jumat (1/10/2021).

Demo digelar di depan kantor Disperindag Sumenep dan menuntut, pertama segera selesaikan dan maksimalkan dua pasar tradisional (kecamatan Batuan dan Kangayan). kedua mahasiswa meminta Disperindag transparan dalam anggaran miliaran juta itu dan ketiga usut tuntas dan berhentikan penanggung jawab dua pasar tradisional yang mangkrak tersebut.

Namun, massa mahasiswa merasa kecewa dengan respon Kepala Disperindag Sumenep, Agus Dwi Saputra yang meninggalkan aksi setelah sempat adu mulut dengan demonstran.

Para demonstran ini tidak menerima, lalu marah dan kecewa yang dilampiaskan dengan memblokir Jalan Raya Urip Sumoharjo sambil membakar kertas perlengkapan demo dan sandal.

Saat itu, aparat keamanan yang berjaga menghalau demonstran dan terjadi aksi saling dorong dan baku pukul. (ERFANDI)

- Advertisement -
“fashion”

Sedang Hangat

Berita Menarik Lainnya