By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
Notification Show More
Font ResizerAa
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Reading: Ciptakan Inovasi Waste to Energy, Gubernur Khofifah Acungi Dua Jempol Untuk Pemkab Dan SMK Ponorogo
Share
Font ResizerAa
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
Search
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Follow US
Beranda » Blog » Ciptakan Inovasi Waste to Energy, Gubernur Khofifah Acungi Dua Jempol Untuk Pemkab Dan SMK Ponorogo
BISNIS, EKONOMI

Ciptakan Inovasi Waste to Energy, Gubernur Khofifah Acungi Dua Jempol Untuk Pemkab Dan SMK Ponorogo

Redaksi
Last updated: 8 November 2021 11:12 pm
Redaksi
Published: 8 November 2021
Share
SHARE

PRN PONOROGO | Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengacungi dua jempol atas inovasi waste to energy yang ditelurkan SMK Ponorogo berupa pengolahan sampah Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai pengganti batu bara.

Menurut Khofifah, inovasi tersebut sangat berarti ditengah upaya Indonesia menekan laju perubahan iklim dengan cara mengurangi produksi gas rumah kaca dan emisi gas karbon. Inovasi ini sendiri telah digunakan Pemkab Ponorogo dalam menyelesaikan persoalan tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mrican.

“Ini menjadi salah satu upaya dalam menurunkan emisi CO2. Pengolahan sampah ini merupakan format renewable energi atau energi baru terbarukan yang bisa mensubstitusi briket batu bara . Kita bisa melihat tumpukan sampah bisa diolah menjadi briket yang mensubstitusi batu bara dengan teknologi tepat guna sangat sederhana,” ungkap Khofifah di Pendopo Kabupaten Ponorogo, Senin (8/11).

Khofifah menyebut, saat ini permintaan briket sampah sangat besar dan luas, mulai dari Pasuruan, Kediri, Malang, Sidoarjo, hingga Gresik. Briket sampah dinilai jauh lebih murah dibandingkan bahan bakar lainnya seperti kayu bakar atau batu bara. Sedangkan kalori dari briket hasil risetnya ini hampir setara dengan batu bara.

Khofifah mengatakan, inovasi yang diciptakan SMK dan Pemuda Ponorogo ini masuk dalam kategori energi baru terbarukan. Sementara saat ini, energi baru terbarukan menjadi salah satu peluang bisnis yang sangat menjanjikan karena melimpahnya potensi energi terbarukan yang dimiliki Indonesia.

“Saya yakin, jika dikembangkan lebih massif lagi, termasuk pemasarannya, maka peluang pasar di luar Jawa Timur masih sangat luas dan terbuka,” imbuhnya.

Maka dari itu, Khofifah berencana mereplikasi inovasi ini di semua Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Harapannya, persoalan tumpukan sampah yang menggunung bisa teratasi dan bisa memberi manfaat ekonomi bagi daerah. Termasuk diantaranya mengatasi persoalan pengangguran di daerah-daerah.

Khofifah pun mengajak SKK Migas Jawa-Bali Nusra, dan seluruh asosiasi BUMN/BUMD untuk mensinergikan penyelesaian sampah melalui inovasi yang disuguhkan oleh Pemkab dan SMK di Ponorogo tersebut melalui program corporate social responsibilty (CSR). Mengingat, biaya yang dibutuhkan lumayan besar untuk membuat mesin pengolahan sampah ini.

“Saya tanya untuk biaya hulu-hilir Rp. 6 miliar. Tapi untuk bisa mengolah (finishing) satu mesin cukup 200 juta rupiah. Karena mesin induk cukup satu, dan mesin finishing perlu ditambah, dengan 5 mesin sehari bisa mengolah sampah 30 ton sementara produk sampah Ponorogo 90 ton per hari . Jadi minimal butuh tiga kali lipat untuk mengolah sampah harian. Belum lagi tumpukan sampah di TPA Mrican yang berpotensi diolah juga,” jelas Khofifah.

Inovasi lainnya yang menurut Khofifah juga memiliki dampak besar yaitu G-ESEMKA yaitu alat pengolahan pupuk organik dengan menggunakan granulator yang difungsikan untuk mengubah material serbuk menjadi butiran (granule) yang sangat diperlukan dalam Pembuatan Pupuk Organik Granule (POG).

Hadirnya inovasi ini, kata Khofifah, menjadi solusi dalam membantu persoalan lahan pertanian yang semakin rusak akibat penggunaan pupuk kimia atau pestisida yang berlebih dalam waktu lama . Selain itu hal ini sekaligus dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat untuk bergerak di bidang pertanian khususnya dalam hal pengolahan pupuk organik.

Menurutnya, keterlibatan SMK dalam pembuatan inovasi ini akan terus dikembangkan oleh Pemprov Jatim melalui BLUD (Badan Usaha Layanan Daerah). Saat ini, SMK yang berbasis BLUD tercatat sudah 20 lembaga. Ditargetkan saat akhir tahun 2021 mendatang jumlah ini akan menjadi 77 lembaga.

“Inovasi granula dari siswa SMK di Ponorogo untuk pengolahan pupuk organik ini patut diapresiasi. Saya rasa kita membutuhkan sayuran dan buah yang sehat. Dan pupuk organik menjadi salah satu opsi untuk menjaga tanah agar tetap bagus dan bisa bertahan lama serta buah dan sayur yang sehat. Karena bisa mengurangi pupuk kimia,” jelas gubernur perempuan pertama Jatim ini.

Menariknya lagi, lanjut Khofifah, ada SMK di Ponorogo yang membayar SPP dengan menggunakan kotoran sapi. Kotoran sapi ini menjadi raw-material utama untuk menyiapkan granula atau pupuk organik. Hal-hal luar biasa ini perlu kita temu kenali dengan harapan bisa ditumbuh kembangkan secara masif,” katanya.

Sementara itu, Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko mengungkapkan rasa bangga atas tinjauan inovasi dan apresiasi yang diberikan Gubernur Khofifah. Inovasi tersebut kata dia, merupakan karya anak-anak muda yang mampu memberikan solusi penanganan sampah di Kabupaten Ponorogo.

“Hari ini kita sulap sampah menjadi berkah, sampah menjadi rupiah, yang biasanya kita lihat sebagai tumpukan sampah, maka paradigma kita saat ini akan melihat bahwa tumpukan sampah itu saat ini merupakan bahan baku pembuatan briket pengganti batu bara ,” tandasnya. (kin/red)

You Might Also Like

Pemerintah Sumenep Menggelar Rakor Dewan Ketahanan Pangan 2018
Kades se-Kecamatan Gayam Mendapat Arahan dari DPMD Kab. Sumenep
PEMBUKAAN PLAZA LAWU MADIUN
Ucapan Hari Pahlawan
Apresiasi Dan Motifasi Kelulusan Siswa Kelas XII SMAN 3 Ponorogo Tahun 2025
TAGGED:Inovasi Waste to EnergyPonorogo
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trend Terkini
KABAR JATIM

Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab

Redaksi
By Redaksi
2 Oktober 2026
PT. PRADHA KARYA PERKASA Sampaikan Hak Jawab Melalui Anggota TNI Terkait Pemberitaan Dugaan Limbah di Karangdiyeng
Jatim Fest 2026 Digelar, KAI Daop 8 Surabaya Hadirkan Promo Tiket Kereta hingga 30 Persen
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan

Kategori Berita

  • Politik
  • Lawan Korupsi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Kabar JATIM
  • Nusantara
  • Opini
Menu Cepat
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Susunan Redaksi
  • Copyright
  • Disclaimer
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah
6 Oktober 2026
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan
5 Oktober 2026
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul
3 Oktober 2026
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab
2 Oktober 2026
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
© Penarakyatnews.id 2026. All Rights Reserved. Developed by Marga
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?