PRN MOJOKERTO – Harapan sebagian besar pemohon Perumahan adalah segera dapat menempati rumah yang dipesan setelah semua mekanisme persyaratan dilalui.
Harapan tinggal harapan dan apa yang dijanjikan kepada 25 pemohon Perum Griya Permata Agung di desa Berayung kecamatan Puri Mojokerto yang sudah tanda tangan kredit KPR BTN dan bahkan sudah mulai mengangsur, sampai detik ini belum dapat ditempati dan terkesan santai dari pihak developer mensikapi hal ini.
Seperti yang terlihat pada pantauan awak media Pena Rakyat News dan putrapena.com selasa 15/1/19 nampak secara keseluruhan bangunan 25 unit rumah sudah finis selesai dikerjakan beberapa bulan yang lalu, namun sesuai dengan penawaran bahwa perumahan dimaksud terdapat fasilitas listrik 1300 W dan fasilitas air bersih.
Masih dalam keterangan pantauan, listrik dan saluran air yang dijanjikan pada kesepakatan penawaran awal semua belum terpasang.
“untuk listrik pihak kami masih dalam proses pengajuan ke pihak PLN, dan kami menyadari bahwa pihak kami (developer) dalam hal ini merugikan pemesan/user, karena sampai detik ini rumah yang dipesan belum bisa ditempati” ungkap Ludi selaku staf mewakili pihak developer.
Masih seputar penjelasan Ludi, terkait fakum atau fasilitas umum layaknya jalan masuk ke lokasi perum, tak ubahnya seperti jalan sawah yang becek dan rusak, sedianya berukuran 3 meter namun saat ini menjadi 6 meter, menurut Ludi proses hibah sudah disepakati pihak desa Berayung.
Keterangan berbalik dari Kristin salah satu orang yang pernah masuk dalam management PT MARIYAN GLOBAL CIPTA namun saat ini sudah keluar, secara singkat Kristin menuturkan kekecewaannya dan sempat jurhat kepada pihak yang berwajib. Bersambung…
Jurnalis : Teguh /Aji / syam.

