PRN Probolinggo | Pasca meletusnya gunung Semeru, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo mengantisipasi kemungkinan terjadinya peristiwa serupa, hal itu dilakukan dengan memperkuat mitigasi kebencanaan di tengah musim penghujan dan terus melakukan pemantauan aktivitas Gunung Bromo yang diketahui masih aktif.
Selasa (7/12) siang tadi Plt Bupati Timbul Prihandjoko bersama Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi mengunjungi pos pantau Gunung Bromo, untuk memastikan kesiagaan bencana.
“Kegiatan di pos pantau Bromo untuk memastikan aktivitas vulkanik Gunung Bromo, terpantau aman. Dilain pihak, kami ingin memperkuat koordinasi dengan PVMBG, BPBD dan Pemkab Probolinggo untuk kepentingan strategi Mitigasi Bencana. Alhamdulillah, kondisi Gunung Bromo sangat aman dan layak dikunjungi,” ujar Teuku Arsya.
Terkait erupsi Gunung Semeru yang masih berlangsung, Kapolres Probolinggo juga memastikan wilayah kabupaten Probolinggo tidak terdampak. Namun, ja meminta masyarakat tetap waspada di tengah cuaca yang cenderung ekstrem dan tetap menggunakan masker sebagai pelindung.
Sementara itu, Petugas pos pantau Gunung Bromo Wahyu Andrian menjelaskan, status Bromo masih waspada dan merekomendasikan jarak aman 1 KM dari puncak. “Terkait erupsi Semeru, Gunung Bromo tidak saling terkait dan memiliki sistem magma sendiri. Memang getaran erupsi Semeru sempat terpantau dari alat seismograf di sini,” jelasnya. ( sum)

