PRN MOJOKERTO | Senin (10/1/2021). Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati meninjau pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) 100% yang berada di Kecamatan Mojosari, Dalam Kunjungan tersebut untuk memantau proses kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah Pemerintahan Kabupaten Mojokerto.
Bupati Ikfina Fahmawati pada kesempatan tersebut melakukan tinjauan di TK Kebondalem Kecamatan Mojosari, SDN Kebondalem Kecamatan Mojosari, MI Negeri 2 Seduri Kecamatan Mojosari dan SMPN 2 Mojosari Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto. Ia juga berkeliling melihat-lihat dari luar ruangan kelas terkait situasi dan kondisi kegiatan pembelajaran tatap muka.
Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati mengatakan bahwa semua lembaga pendidikan di Kabupaten Mojokerto sudah siap melakukan PTM 100%. Sarana dan prasarana prokes juga sudah terbiasa mereka lakukan.
“Hari ini saya melakukan tinjauan ke beberapa sekolah yang ada di Mojosari, kali ini saya lebih kepada memantau pelaksanaan PTM. Termasuk bagaimana penerapan prokes nya dan lain lain,” ujar Bupati Mojokerto di SMPN 2 Mojosari.
Lebih lanjut dikatakan, di hari pertama PTM 100% ini, saya meninjau secara langsung di lembaga-lembaga sekolah. Selain penegakan protokol kesehatan, yang perlu kita perhatikan adalah anak-anak harus sudah sarapan. Mengingat jam istirahat dan kantin memang tidak ada, meskipun jam pelajaran TK hingga SMP antara 2,5 jam sampai 4 jam. Jadi sekolah-sekolah ini sudah mengatur jam masuk dan jam pulang tiap kelas agar mereka bisa mengatur tingkat kerumunan sesuai dengan keputusan 4 Menteri.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 2 Mojosari Eka Wahyu Hidayati, M.Pd saat diwawancarai media menyampaikan alhamdulilah tadi kunjungan Bupati Mojokerto telah berjalan lancar. Bupati Ikfina tadi melihat pelaksanaan tatap muka 100% yang memang mulai hari ini baru kami lakukan. Sebelumnya kami hanya melakukan pembelajaran tatap muka 50%.
“Namun untuk jam pelajaran tetap kita tata ya, dalam artian untuk kelas 7 masuk jam 7 pagi, untuk kelas 8 masuk jam 7.40 pagi dan untuk kelas 9 masuk jam 8.20 pagi sehingga nanti pulangnya juga berjenjang. Masing-masing kelas mendapatkan 4 jam pelajaran,” ujar Kepala Sekolah SMPN 2 Mojosari.
Lebih lanjut dikatakannya, memang kendala pembelajaran tatap muka 100% adalah masih adanya anak-anak yang belum sarapan sedangkan kantin tidak diperbolehkan buka.
“Hal ini yang perlu kita perhatikan. Kami memberikan solusi bagi anak-anak yang mau pesan makanan di sekolah, kami bakal menyediakannya di ruang guru dan akan diambil oleh Ketua Kelas masing-masing. Keselamatan siswa dan dewan guru tetap menjadi perhatian, karenanya, protokol kesehatan harus tetap dipatuhi dan dilakukan secara ketat dan disiplin” tutup Kepala Sekolah SMPN 2 Mojosari. (Mahmudah)

