23.8 C
Mojokerto
BerandaKABAR JATIMSatreskrim Polresta Sidoarjo Bekuk Tiga Pelaku Curat Motor

Satreskrim Polresta Sidoarjo Bekuk Tiga Pelaku Curat Motor

PRN SIDOARJO | Tiga Pelaku kejahatan pencurian dengan pemberatan telah dibekuk Satreskrim Polresta Sidoarjo.
Pada Press Release di Polresta Sidoarjo, Senin (17/1/2022), Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro Menyampaikan, ketiga pelaku yakni ANDM dan DMA sebagai pelaku eksekutor pencurian dengan pemberatan, sementara NPL sebagai penadah barang curian.

Menurut Kapolresta kejadian berawal dari
kelalaian korban untuk mengambil kunci motor yang terparkir di teras rumahnya, SBR (19 tahun), warga Sumberejo, Wonoayu, sehingga korban harus kehilangan motor miliknya dan dibawa kabur seseorang.

Saat kejadian pada 5 Januari 2022 malam, teman korban mengetahui ada seorang laki-laki masuk pagar rumah SBR dan membawa kabur motor temannya tersebut. Kemudian ia mengejar namun tidak berhasil mendapati pelaku.

“Setelah korban bersama temannya melapor ke polisi, tim Satreskrim Polresta Sidoarjo bergerak cepat mengungkap kasus ini. Selain melakukan penyelidikan mendalam di TKP, kami juga melakukan patroli siber. Hingga ditemukan motor milik korban ditawarkan di medsos dan berpindah tangan ke pemuda berinisial NLP,” kata Kapolresta Sidoarjo.

Dari NLP yang ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi, karena bertindak sebagai penadah motor curian. Polisi dalam pengembangan kasus, mendapatkan informasi bahwa ada dua tersangka lainnya dalam kasus ini. Antara lain yang berhasil diringkus, ANDM, sebagai otak pencurian dan yang membawa kabur motor korban. Lalu ada DMA, berperan sebagai pelaku yang membantu pencurian dan menjual sepeda motor milik Korban.

Motif pelaku ungkap Kapolresta Sidoarjo adalah untuk biaya kebutuhan hidup dan membeli handphone. Dua tersangka lainnya adalah masih di bawah umur. Sementara salah satu tersangka, DMA, 21 tahun, juga pernah melakukan pencurian burung.

Ancaman hukuman yang diberikan kepada para tersangka. Yakni terhadap tersangka ANDM dan DMA, disangka melanggar Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, hukuman penjara selama-lamanya tujuh tahun.

Sementara kepada tersangka NLP, disangka melanggar Pasal 480 KUHP tentang Penadahan, dengan ancaman hukuman penjara empat tahun. (kin)

- Advertisement -
“fashion”

Sedang Hangat

Berita Menarik Lainnya