23.8 C
Mojokerto
BerandaCovid 19MOCH ANSORY, SH : Vonis Covid Bagi Jamaah Ummroh 'Proyek atau Aturan'...

MOCH ANSORY, SH : Vonis Covid Bagi Jamaah Ummroh ‘Proyek atau Aturan’ ?

PRN JAKARTA | Kekacauan dan rasa takut bercampur aduk bagi 11 jamaah ummrah sepulang dari menunaikan ibadah ke tanah suci, harapan cepat berkumpul dengan sanak keluarga terganjal oleh berbagai aturan satgas covid yang sulit dibedakan antara ‘aturan atau proyek pencovitan’

Terdapat 11 orang warga Jawa Timur sepulang dari menjalankan ibadah Ummrah harus terdampar di dua tempat yaitu hotel Ibis dan wisma atlet Jakarta, pasalnya menurut aturan satgas Covid, mereka harus menjalani karantina wajib 8 hari.

Pernyataan kekecewaan terlontar dari Erny selaku Ketua pemberangkatan jamaah, pasalnya terdapat keanehan dalam kebijakan pengcovitan jamaah yang pulang dari tanah suci ini, dari bandara 11 orang dinyatakan Negatif namun sesuai aturan harus menjalani karantina dan agar tidak terjadi resiko 11 orang jamaah berani bayar mahal untuk karantina di hotel Ibis, sebab kalau di wisma atlet takutnya kurang setiril. Ungkap Erny.

Lanjut Erny, harapan tidak sesuai kenyataan. Setelah 11 orang jamaah di Hotel Ibis tiba-tiba 2 orang  diambil dan dibawa ke wisma atlet dengan alibi terkena covid atas nama Agus Zaenal Arif dan Suwartik, dan anehnya di wisma atlet di tes sweb keduanya Negatif tapi tetap menjalani karantina di wisma atlet.

Masih dalam keterangan Erny, hal mengejutkan kembali terjadi saat 11 orang dihari terakhir menjalani karantina dan hendak pulang, tiba-tiba 2 orang jamaah atas nama Ahmad Miftakuroziq dan istrinya Eni Itasika dijemput dan dinyatakan Positif Covid dan dibawa ke Wisma Atlet.

Menanggapi hal ini kepala RSDC Wisma Atlet menyampaikan bahwa semua sudah melalui prosedur yang benar dan agar semua jamaah yang pulang dari luar negeri kembali ke kampung halaman dalam keadaan sehat.

” Ikuti sj isolasi biar aman nanti sampe negatif”

“Bnyk yg omicron jg”
kata kepala di RSDC Wisma Atlit.

Sementara hal berbeda disampaikan oleh Moch Ansory, S.H. selaku tim kuasa hukum dari 4 jamaah yang di karantina di wisma atlet.

Dalam keterangannya bahwa kejadian ini penuh dengan kejanggalan, pasalnya pihak 11 jamaah ini sejak awal sudah mengantisipasi kesehatan dan atau menghindari terjangkitnya penularan Covid dengan biaya mahal menyewa kamar hotel Ibis, namun apa faktanya masih saja 4 orang dalam 2 kamar hotel Ibis yaitu kamar 807 dan kamar nomor 1009 dijemput dan di vonis Positif Covid.

“Ini menarik di tes saat dibandara semua dinyatakan Negatif, masuk hotel jarak beberapa hari 4 orang dinyatakan Positif, artinya hotel Ibis diduga  tidak seteril, kami akan usut semua” tegas Moch Ansory, SH. yang juga Ketua Umum Lembaga Perlindungan Konsumen YAPERMA. (ria).

- Advertisement -
“fashion”

Sedang Hangat

Berita Menarik Lainnya