24.8 C
Mojokerto
BerandaKABAR JATIMSlow respon dari TKSK & Kasi Trantib akhirnya ODGJ di buang

Slow respon dari TKSK & Kasi Trantib akhirnya ODGJ di buang

PRN Pasuruan | AS adalah salah satu warga Arjosari Kecamatan Rejoso kabupaten Pasuruan yang kebetulan rumah nya berada di pinggir jalan Pantura Pasuruan – Probolinggo.
Singkat cerita di gang rumah AS di tempati ODGJ yang menurut keterangannya sudah hampir kurang lebih enam bulan , AS beserta tetangga nya merasa risih karena ODGJ tersebut sangat kotor karena banyak sekali barang bawaannya , selain makan dan tidur ODGJ tersebut buang air kecil dan air besar pun di depan rumah mereka sehingga mereka merasa tidak nyaman.

Karena ketidak nyamanan tersebut AS melaporkan keberadaan ODGJ tersebut ke pihak RT/RW dan kasun desa setempat , akan tetapi mereka pun tidak tahu apa yang harus mereka lakukan .
AS pun melapor kepada kasi trantib kecamatan Rejoso SL mendapat jawaban ” saya sudah lapor ke dinas sosial akan tetapi dinas sosial tidak mau menampung ODGJ tersebut ” ucap SL kepada AS by phone.

Mendapatkan jawaban seperti itu akhirnya AS di bantu RT, RW, Kasun serta warga mempunyai inisiatif untuk membuang ODGJ tersebut di tempat lain. Sabtu 13 juni 2022 sekitar pukul 22.00 WIB mereka beraksi untuk membuang ODGJ , sebelum di buang mereka sempat membawa ODGJ tersebut ke Dinas Sosia( Liposos ) yang berada di Kedawung wetan akan tetapi di tolak karena tidak sesuai dengan prosedur. Pada waktu itu juga AS menghubungi kasi trantib SL untuk meminta petunjuk karena menurut AS itu adalah bagian tugas dari Trantib. SL tidak bisa memberikan solusi apapun dan akhirnya AS berserta teamnya memindahkan ODGJ tersebut .

Setelah di rasa mendapatkan ijin dari pihak yang seharusnya mengatasi persoalan tersebut akhirnya mereka membawa ODGJ tersebut ke suatu tempat yang cukup sepi dan jauh dari rumah penduduk , mereka meninggalkan ODGJ tersebut di pinggir jalan tepatnya di Kecamatan Winongan.

Kabar terkait pembuagan ODGJ sampai lah ketelinga IVA selaku ketua DPC Aliansi Gema Anak Bangsa ( GAB ) dan IVA pun langsung mencari informasi tentang kebenaran berita tersebut , iva bersama rekan mendatangi AS untuk di mintai keterangan , setelah mendapatkan keterangan dari AS IVA menemui kepala desa Arjosari untuk konfirmasi terkait hal tersebut , setelah konfirmasi ke kepala desa IVA menemui SL selaku kasi trantib untuk meminta penjelasan terkait ODGJ dan klarifikasi tentang penjelasan dari AS.

” Saya tidak pernah meng iyakan atau menyuruh AS untuk membuang ODGJ tersebut , saya hanya bilang saya akan tutup mata dan persoalan ini pun sudah saya laporkan ke TKSK karena setelah saya telepon ke teman saya yang di dinas sosial saya di sarankan untuk melaporkan ke TKSK karena itu tugas dari TKSK, tapi MY selaku TKSK slow respon tidak ada jawaban apapun kepada saya ” ujar SL menjelaskan kepada iva dan team .

Intinya dalam permasalahan ini mereka saling lempar tanggung jawab dan sampai saat ini kita belum menemukan keberadaan ODGJ yang mereka buang , maksud dan tujuan kita mencari ODGJ tersebut akan kita bawa ke Dinas Sosial untuk mendapatkan perawatan , karena menurut penjelasan salah satu anggota kita ODGJ tersebut sebenarnya normal hanya saja tidak mempunyai keluarga dan tempat tinggal . Pungkas IVA sekalu ketua DPC Aliansi Gema Anak Bangsa kepada wartawan pena rakyat ( Team)

- Advertisement -
“fashion”

Sedang Hangat

Berita Menarik Lainnya