By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
Notification Show More
Font ResizerAa
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Reading: Bupati Mojokerto Terus Galakkan Percepatan Penurunan Stunting Untuk Mencetak Generasi Emas
Share
Font ResizerAa
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
Search
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Follow US
Beranda » Blog » Bupati Mojokerto Terus Galakkan Percepatan Penurunan Stunting Untuk Mencetak Generasi Emas
KABAR MOJOKERTO

Bupati Mojokerto Terus Galakkan Percepatan Penurunan Stunting Untuk Mencetak Generasi Emas

Redaksi
Last updated: 29 Juli 2022 9:37 am
Redaksi
Published: 29 Juli 2022
Share
SHARE

PRN Mojokerto  | Guna mencetak generasi emas menuju Indonesia Emas tahun 2045, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati terus menggalakkan program percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Mojokerto.

Pada kesempatan kali ini, Bupati Ikfina menekankan, kepada seluruh Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesehjateraan Keluarga (PKK) pada lingkup desa yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kecamatan Trawas untuk menekan angka stunting di wilayah Kabupaten Mojokerto.

“Rencana aksi penurunan stunting sudah disusun sejak 2018, tahun 2020 kita semua menghadapi pandemi Covid-19 akhirnya dilaksanakan PSBB dan kegiatan posyandu juga dilaksanakan dirumah, dan tahun 2021 gelombang Covid-19 lebih besar, makannya dua tahun praktek program ini tidak bisa dilaksanakan dan kita hanya punya waktu tiga tahun,” ucap Ikfina, saat menyampaikan materi dalam agenda pelatihan peningkatan Kapasitas TP PKK se-Kecamatan, di Kantor Kecamatan Trawas, Kamis (28/7) siang.

Lebih lanjut, Bupati Ikfina juga mengatakan, agar program percepatan penurunan stunting di wilayah Kabupaten Mojokerto ini berjalan sukses, maka seluruh TPPS tingkat desa harus paham terkait kondisi stunting pada balita.

“Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). Stunting jangka kedepannya adalah berhubungan dengan kecerdasan,” tuturnya.

Menurut hasil survei dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), menunjukan bahwa angka stunting di wilayah Kabupaten Mojokerto sebesar 27,4 persen, dalam hal ini Ikfina mengatakan, jumlah real stunting di Kabupaten Mojokerto perlu dikaji ulang, dengan cara melakukan monitoring secara langsung baik melalui Puskesmas atau Posyandu yang sudah ada.

“Di P-APBD dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2 Miliyar nanti kita akan membeli alat mengukur panjang badan, saya minta tolong mengawal agar semua balita di desa anda diukur semuanya, sehingga ini nanti harus ada data yang akurat, maka kita betul-betul mengukur semua balita di Kabupaten Mojokerto,” tandasnya.

Bupati Ikfina juga menjelaskan, dalam melaksanakan program penurunan stunting, terdapat empat indikator dalam menilai keluarga yang beresiko stunting.

“Yang pertama yaitu prasejahtera atau bisa dikatakan keluarga yang tidak punya sumber penghasilan tetap, kedua fasilitas lingkungan tidak sehat, yang ketiga Pendidikan ibu dibawah SLTP, dan yang terakhir Pasangan Usia Subur (PUS) empat terlalu yaitu terlalu muda, terlalu tua, punya anak jaraknya kurang dari dua tahun, dan anak lebih dari tiga,” bebernya.

Selain itu, Bupati Ikfina juga menjelaskan, menurut data keluarga dari 13 desa se-Kecamatan Trawas menunjukkan bahwa Desa Ketapanrame yang memiliki paling banyak jumlah keluarga, yakni sebesar 1.802 keluarga.

“Jadi keluarga yang paling banyak beresiko stunting yang pertama ada di Desa Ketapanrame dengan 586 keluarga beresiko stunting, yang kedua Desa Trawas dengan 395 Keluarga berisiko stunting, dan yang ketiga ada di Desa Penanggungan dengan 372 keluarga beresiko stunting, jadi ini tiga besar keluarga berisiko stunting,” jelasnya.

Terkait melihat indikator prasejahtera, Ikfina juga menjelaskan, terdapat 22 anak di Desa Seloliman dan 21 anak di Desa Tamiajeng dengan usia 7 hingga 15 tahun tidak sekolah.

“Dorong mereka untuk mengambil program kejar paket, dari pemerintah pusat sendiri kalau anak dengan umur dibawah 21 tahun itu gratis,” ucapnya.

Lebih lanjut, Ikfina juga menjelaskan, terkiat fasilitas lingkungan tidak sehat seperti tidak adanya sumber air bersih, jamban yang tidak layak dan rumah tidak layak huni, ini mengakibatkan sumber penyakit dilingkungannya.

“Kita melihat terdapat ada 23 keluarga di Desa Kesiman yang tidak mempunyai jamban yang layak, jadi nanti P-APBD
Kita akan melaksanakan program pembangunan 8.000 jamban sehat tahun ini, pastikan semua warganya yang tidak punya jamban layak kita akan bangunkan jamban,” ujarnya.

Selain itu, dari data keluarga tidak mempunyai rumah layak huni, Ikfina menjelaskan terdapat 55 keluarga di Desa Trawas dan 51 Keluarga di Desa Penanggungan yang tidak memiliki rumah layak huni.

“Jadi nanti kalau ada program bedah rumah atau program rumah layak huni segera ikutkan keluarga yang beresiko stunting dahulu,” ucapnya.

Ikfina juga menekankan, pentingnya penerapan jenis Intervensi gizi terpadu. Salah satunya intervensi gizi spesifik, yang menurutnya, hal tersebut berkaitan langsung dengan ibu hamil dan balita.

“Kemudian kedua yaitu intervensi gizi sensitif berkaitan dengan masyarakat umum seperti air minum layak, sanitasi layak, penerima bantuan iuaran JKN, bantuan tunai bersyarat, bantuan sosial pangan, layanan KB pasca persalinan, menekan kehamilan yang tidak diinginkan, pemberian informasi mengenai stunting,” pungkasnya.

Sebagai informasi, peserta yang mengikuti peningkatan kapasitas TP PKK desa se-Kecamatan Trawas sebanyak 50 peserta. (Mahmudah)

You Might Also Like

Antisipasi Migor Oplosan, Polresta Mojokerto Pantau Migor Curah Di Pasaran
Jaga Kondusif Wilayah, Koramil Jajaran Kodim Mojokerto Bareng Forkopimcam Rekatkan Silaturahmi Dengan Pendekar Silat
Gelar Jalan Sehat Dalam Memperingati HUT RI Ke-77
Gema Sholawat di Kota Mojokerto
Dugaan Pungutan Seragam di SMPN 2 Dlanggu Ternyata Mendapat Surat Edaran dari Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto
TAGGED:Bupati Mojokerto Terus Galakkan Percepatan Penurunan Stunting Untuk Mencetak Generasi EmasKabupaten Mojokerto
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trend Terkini
KABAR JATIM

Swakelola Rp1,1 Miliar, Perkim Jombang Benahi Trotoar dan Drainase di 6 Ruas Jalan Kota

Redaksi
By Redaksi
2 Oktober 2026
PT. PRADHA KARYA PERKASA Sampaikan Hak Jawab Melalui Anggota TNI Terkait Pemberitaan Dugaan Limbah di Karangdiyeng
Pemkab Malang Realisasikan Hotmix Pendem Jatisari Pakisaji
Jatim Fest 2026 Digelar, KAI Daop 8 Surabaya Hadirkan Promo Tiket Kereta hingga 30 Persen
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan

Kategori Berita

  • Politik
  • Lawan Korupsi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Kabar JATIM
  • Nusantara
  • Opini
Menu Cepat
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Susunan Redaksi
  • Copyright
  • Disclaimer
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah
6 Oktober 2026
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan
5 Oktober 2026
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul
3 Oktober 2026
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab
2 Oktober 2026
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
© Penarakyatnews.id 2026. All Rights Reserved. Developed by Marga
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?