26.8 C
Mojokerto
BerandaHUKUMDiadukan sebagai Provokator, Reskrim Polres Mojokerto "Klarifikasi" Wartawan atas Pengaduan Bos Galian...

Diadukan sebagai Provokator, Reskrim Polres Mojokerto “Klarifikasi” Wartawan atas Pengaduan Bos Galian C

PRN MOJOKERTO | Apakah karena kurangnya sosialisasi terkait Nota Kesepahaman antara Dewan Pers dan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor : 03/DP/MoU/III/2022 dan Nomor : NK/4/III/2022 tentang Koordinasi dalam Perlindungan Kemerdekaan Pers dan Penegakan Hukum terkait Penyalahgunaan Profesi Wartawan dan atau karena keperpihakan pihak Reskrim Polres Mojokerto terhadap  pengusaha Galian C sehingga dengan mudahnya menerima laporan masyarakat atas dugaan pencemaran nama baik melalui unggahan berita online, kita lihat perkembangan kasusnya.

Adalah Harianto salah seorang wartawan media online Seputar Indonesia, diduga atas unggahannya di media online seputarindonesia.co.id tanggal 18 September 2022 dengan judul “Demo Keranda Mayat, Bentuk Penolakan Keras Aktifitas Galin C di Desa Sawoo Warga Usung Keranda Mayat” dan oner atau bos galian ternama di Mojokerto Khoirul Anwar alias Jauli telah melaporkan Harianto selaku penulis dengan tuduhan melakukan pencemaran nama baik melalui media dan dituduh sebagai provokator atas demo warga Sawoan.

Dari keterangan yang dihumpun, diketahui bahwa Harianto mengunggah pemberitaan tersebut adalah murni hasil liputan langsung di lokasi saat warga Sawo melakukan demo di Lokasi Galian C yang diduga belum memiliki ijin beroperasi, sehingga sajian dan narasi isi berita adalah murni statemen dari nara sumber bukan dari opini sang penulis, dan Harianto juga menegaskan bahwa dirinya sedikitpun tidak ada kepentingan baik dengan warga Sawoan atau dengan pihak pengusaha yang mengaku memiliki ijin tambang CV. RF BERSAUDARA.

“saya kaget selama ini saya belum pernah di Somasi atau di minta naikkan hak jawab oleh yang bersangkutan, kok tiba-tiba saya dilaporkan ke Polres Mojokerto” Ucap Harianto.

Sementara menurut Samsul, SH. selaku kuasa hukum yang ditunjuk Harianto menyampaikan bahwa dirinya sangat menyayangkan kejadian ini, pasalnya kita semua ini kenal baik antara wartawan, pengusaha galian, pemerintahan desa, Kepolisian adalah Mitra semua, selayaknya kalau ada persoalan kan bisa diselesaikan sambil ngopi untuk mencari jalan keluarnya, sementara kalau dibuat seperti ini kita juga ingin buktikan apa pengadu ini benar-benar pengusaha galian yang memiliki ijin, karena menurut informasi saat mediasi di Balai Desa Sawo ada oknum yang mengaku Kuasa Hukum dari pengusaha Galian C yang menyatakan usaha tersebut ada ijinnya.

Samsul, SH. menambahkan, hari ini Senin 14 Nopember 2022 didepan penyidik Aibda Arif Tertana, SH., Harianto diperiksa dan atau di klarifikasi atas pengaduan Khorul Anwar alias Jauli  atas dugaan pasal 310 ayat (1) KUHP dan atau pasal 318 Ayat (1) KUHP, dan Samsul berharap kasus ini dilanjutkan agar terdapat kepastian hukum atas kliennya, pasalnya dalam hal ini kliennya sama sekali tidak ada kepentingan dengan para pihak yang bertikai dan karya yang disajikan adalah murni karya jurnalis.

“Harianto itu wartawan profesional dirinya melakukan peliputan dan meminta keterangan dari berbagai pihak dan beritanya cukup berimbang, kok di tuduh sebagai provokator, kenal warga Sawoan aja tidak kok” Tegas Samsul saat dikomfirmasi di depan Reskrim Polres Mojokerto.

Yang ke dua, kalaulah perkara ini benar pencemaran nama baik melalui berita online, semua ada mekanismenya dan Polisi tidak boleh serta merta langsung memproses harus melalui mekanisme yang ada yaitu Gunakan Hak Jawab, dan pengaduan ke Dewan Pers, ini semua sudah tercantum dalam  Nota Kesepahaman antara Dewan Pers dan Kepolisisan Negara Republik Indonesia Nomor : 03/DP/MoU/III/2022 dan Nomor : NK/4/III/2022, jadi kalau hal ini diteruskan ya patut di dalami lagi ada apa sebenarnya ? (Ind)

- Advertisement -
“fashion”

Sedang Hangat

Berita Menarik Lainnya