By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
Notification Show More
Font ResizerAa
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Reading: Bupati Jombang Mengunjungi Museum Wayang Potehi Gudo
Share
Font ResizerAa
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
Search
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Follow US
Beranda » Blog » Bupati Jombang Mengunjungi Museum Wayang Potehi Gudo
KABAR JATIM

Bupati Jombang Mengunjungi Museum Wayang Potehi Gudo

Redaksi
Last updated: 9 Januari 2023 9:34 pm
Redaksi
Published: 9 Januari 2023
Share
SHARE

PRN JOMBANG |  Kabupaten Jombang merupakan daerah yang memiliki Klenteng yang paling unik, karena dilengkapi museum. Di museum ini tersimpan berbagai benda kuno dari peninggalan dinasty China, hingga zaman Majapahit. Museum ini menyimpan boneka wayang potehi yang dikenal luas oleh masyarakat.

Klenteng Hong San Kiong ini menamai Museum dengan sebutan Museum Potehi. Museum dan Klenteng ini terletak di Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang.

Museum ini didirikan, kurang lebih 6 tahun yang lalu. Di dalam museum terdapat sejumlah boneka wayang potehi.
Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab pada Rabu (4/1/2023) mengunjungi Museum Wayang Potehi yang ada di Klentheng Gudo.

Kehadiran Bupati bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang Senen, S.Sos, M.Si dan Drs. Anwar MKP Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Jombang diterima oleh Toni Harsono, pegiat dan pelestari wayang POTEHI Klentheng Gudo Jombang.

“Berbicara tentang wayang Potehi di klentheng Gudo Kabupaten Jombang Jombang tidak bisa dilepaskan dari sosok yang Pak Toni Harsono”, tutur Bupati Mundjidah Wahab.

Beliau Pak Toni Harsono, tambah Bupati Mundjidah Wahab bukan hanya pegiat seni, namun seorang pejuang yang tak kenal lelah dan pantang menyerah dalam upaya dukungan serta mengembangkan wayang potehi.

Komitmennya dalam merawat kesenian wayang potehi ini diwujudkan dengan mendirikan museum wayang Potehi dan pagelaran wayang potehi secara berkala di Klentheng Gudo.

“Pak Toni Harsono telah mendedikasikan hidupnya untuk seni wayang potehi serta kehidupan para pelaku seni wayang potehi. Potehi telah membawa nama Jombang melalui duta perjalanan budaya ke Tong Tong Fair Den Haag, Belanda”, tandas Bupati Mundjidah Wahab.

Disampaikan Bupati Mundjidah Wahab, Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang akan memberikan dukungan berupa fasilitasi kelompok potehi pada tampilan serta mengenalkan wayang potehi ini pada para peserta didik di sekolah.

Wayang potehi, kesenian tradisional Tionghoa menjadi bagian yang tak terpisahkan dari Bangsa Indonesia. Perpaduan unsur budaya asal daratan Cina dengan budaya lokal memberi warna tersendiri bagi etnis Tionghoa di Nusantara termasuk yang ada di Kota Santri-julukan Kabupaten Jombang.

Wayang potehi merupakan seni pertunjukan boneka tradisional asal Cina Selatan. “Potehi” berasal dari akar kata “pou” (kain), “te” (kantong), dan “hi” (wayang). Secara harfiah, bermakna wayang yang berbentuk kantong dari kain. Wayang ini dimainkan menggunakan kelima jari. Tiga jari tengah mengendalikan kepala, sementara ibu jari dan kelingking mengendalikan tangan sang wayang. Kesenian tradisional Tionghoa ini telah berkembang kurang lebih 3.000 tahun yang lalu telah ada sejak Dinasti Jin (265-420 M).

Untuk memainkan wayang potehi ini membutuhkan 5 pemain, 2 pemain berperan sebagai dalang dan 3 pemain sebagai pengiring musiknya. Wayang yang dimainkan berbeda-beda tergantung ceritanya, untuk alatnya ada tambur, musik gesek, simbah, dan lain-lain

Pemilik museum Potehi Gudo, Toni Harsono mengatakan bahwa sebenarnya keberadaan boneka wayang potehi itu sudah datang dan disimpan dengan aman sejak 1920 lalu. Wayang potehi sendiri ini merupakan kesenian tradisional asal Tionghoa.

“Pada tahun 2001 itu, saya mempunyai keinginan untuk membuat boneka potehi yang sama dengan potehi yang ada dari asalnya Tiongkok itu. Karena ada beberapa boneka yang saya rasa tidak cocok dengan karakternya, maka saya punya inisiatif untuk mengarajini sendiri boneka potehi ini dengan menyesuaikan karakternya masing-masing,” ungkapnya.

Cinta dan hobinya terhadap kesenian atau keterampilan terhadap boneka wayang potehi, menurutnya tidak lepas dari sosok kakek Tok Su Kwie dan ayahnya Hok Hong Kie yang merupakan dalang wayang potehi tersebut.

Kendati demikian, pria kelahiran Jombang 1969 ini mengaku bahwa hanya menyukai profesi perajin wayangnya saja bukan dalang.

“Kalau dalang sendiri saya tidak ya, tapi kalau pementasan di Klenteng ini sering ada. Kami juga main ke luar negeri, diundang ke Jepang, Taiwan dan lainnya. Kakek dan ayahnya saya itu jadi dalang, tapi saya tidak boleh,” jelas Toni

Di tangan Toni bersama 5 karyawannya, berbekal kayu jati, alat ukir, dan bermacam warna kucing, mampu membuat kerajinan seni budaya peranakan Tionghoa, Potehi.

Menurut Toni, tak mudah dan tidak semua orang bisa membuat boneka potehi tersebut.

“Rata-rata masih banyak yang tidak sesuai karakternya. Jadi pekerja-pekerja boneka wayang potehi di Museum ini saya bina terlebih dahulu, meskipun lama tapi akhirnya bisa juga untuk menyesuaikan dengan karakter tokohnya. Setiap hari ini membuat kerajinan ini. Karena gimana ya, sudah hobi dan memang senang dengan wayang potehi ini,” katanya.

Dalam sehari kata Toni, mungkin hanya bisa membuat kepalanya saja. Sehingga menurutnya membutuhkan kesabaran dan ketelatenan agar sesuai ekspektasi.

“Kalau bikin bagian kepala bonekanya saja bisa jadi sampai sehari, itupun masih belum pengecatan. Kalau bisa terangkai itu ya lama, seperti masih buat beberapa kerangkanya,” jelasnya.

Dari beberapa tahun silam, hingga kini sudah terdapat ribuan boneka wayang potehi yang tersimpan dengan aman dan rapi di museum ini. Mulai dari boneka potehi yang usianya sudah tua hingga ke yang baru.

Meski demikian, ia mengatakan bahwa tidak ada niatan untuk memperjual belikan kerajinannya tersebut. Permainan permainan hanya ingin mengoleksi dan memfasilitasi pertunjukan-pertunjukan wayang potehi di beberapa Klenteng di Jombang maupun di luar daerah.

“Sudah ribuan boneka potehi di museum ini. Tapi tidak saya jual, saya simpan semuanya untuk kebutuhan pementasan dan koleksi di museum potehi Gudo Jombang ini,” ujarnya.

Sementara itu diminta mengupayakan agar wayang potehi yang dimiliki tersebut, bisa bermanfaat dan jadi bagian budaya Indonesia. Selain itu bagaimana bisa dicintai dan dimainkan, serta menjaganya dengan baik dan mempermainkan dengan benar. Selain itu, ia berharap bagaimana potehi tersebut juga diperhatikan oleh pemerintah.

“Kalau di cagar budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, kerajinan boneka wayang potehi ini sudah dipotong,” pungkasnya. (ber)

You Might Also Like

Disdikbud Jombang Gelar Workshop Pendidikan Inklusif Sekolah Menengah Pertama
Kunjungan Wakil Bupati Sumenep Dalam Pelaksana UNBK Di Tahun 2019.
Peresmian Serah Terima Jabatan  Kepala Desa Baru (SERTIJAB) PEMDes Simpang Seksama
Dholo KOM 2025 Ajang Promosi Wisata Alam Kabupaten Kediri ke Mancanegara
Pilkades Serentak 7 Desa Di Kabupaten Jombang Berlangsung Tertib Dan Kondusif
TAGGED:Bupati JombangBupati Jombang Mengunjungi Museum Wayang Potehi Gudo
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trend Terkini
KABAR JATIM

KPPU Dorong Mahasiswa Pahami Persaingan Usaha untuk Bangun Ekonomi Berdaya Saing

Redaksi
By Redaksi
30 September 2026
PT. PRADHA KARYA PERKASA Sampaikan Hak Jawab Melalui Anggota TNI Terkait Pemberitaan Dugaan Limbah di Karangdiyeng
Sinden Muda Lintang Kairo Mengapresiasi Paguyuban Dalang Cilik Kabupaten Kediri Curi Perhatian Pengunjung CFD di Wates
Pemkab Malang Realisasikan Hotmix Pendem Jatisari Pakisaji
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan

Kategori Berita

  • Politik
  • Lawan Korupsi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Kabar JATIM
  • Nusantara
  • Opini
Menu Cepat
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Susunan Redaksi
  • Copyright
  • Disclaimer
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah
6 Oktober 2026
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan
5 Oktober 2026
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul
3 Oktober 2026
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab
2 Oktober 2026
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
© Penarakyatnews.id 2026. All Rights Reserved. Developed by Marga
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?