PRN Jember | Sekitar 350 lebih jemaah baik laki-laki dan perempuan mengikuti Shalat Idul Fitri di Mushola Khotijah. Begitu banyaknya warga yang ikut shalat, membuat mushola penuh sesak hingga sampai kedepan Musolla yang tidak begitu luas. Bertindak sebagai imam sekaligus khatib, Ustadz Baharudin dari Jember.
Sebagian besar warga Bagorejo Gumukmas Jember merayakan Idul Fitri 1444 Hijriyah (H) pada Sabtu (22/04/23). Seperti tampak di lingkungan warga Kelurahan Bagorejo, Gumukmas Jember, tepatnya jemaah Mushola Khotijah Kabupaten Jember, melaksanakan Shalat Idul Fitri, Sabtu (22/04/23) pagi.
Mengawali kutbah Idul Fitri Ustadz Baharudin berharap para jamaah sholat Idul Fitri bersegeralah mencari dan mendapatkan surga seluas Langit dan Bumi yang disediakan Allah. Surga itu diberikan bagi orang-orang yang bertakwa dengan bersilaturahmi saling bermaaf-maafan melebur dosa yang pernah diperbuat di Lebaran yang berbagia ini.
Allahu Akbar, Allahu Akbar,Allahu Akbar La ilaha illallah wuallahu akbar Allahu akbar walillahilham. Salat Idul Fitri setelah sebulan penuh kita melaksanakan Puasa Romadhon dan setelah melaksanakan takbir sebagai pengagungkan Asma Allah Subhanahu Wa Ta’ala ditambah membayar zakat fitrah dengan mengharap dapat menyempurnakan ibadah Puasa dibulan suci Ramadhan.
Hari raya idulfitri hari ini adalah momentum untuk saling memaafkan kerelaan hati untuk mengakui kesalahan. Kemudian membuka diri untuk saling memberi dan menerima pemaafan yang ternyata pada sebagian orang masih ada hal yang mengganggu, karena disebabkan oleh permusuhan yang masih belum terselesaikan.
Ada berita yang bertebaran diluar sana seperti masih adanya amarah kepada kerabatnya dan masih menyimpan sejuta kejengkelan kepada orang tua kita sendiri. Diantaranya mereka itu telah lama tali silaturahmi terputus dan tercampakkan. Pada hal Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda tidak akan masuk surga orang yang memutus silaturahmi.
“Sungguh ancaman yang sangat mengerikan bahwa orang yang memutus silaturahmi tidak akan masuk surga,” katanya.
Selain ancaman tidak masuk surga bagi orang yang memutus silaturahmi mereka juga termasuk orang yang dilaknat oleh Allah Subhanahu Wa ta’ala. Sebenarnya sikap saling memaafkan mempunyai hubungan yang sangat erat dengan ibadah Puasa dibulan suci Ramadhan yang kita lakukan.
Ibadah Puasa Ramadhan mempunyai tujuan penciptakan pribadi yang mendekatkan kepada ketakwaan sebagaimana firman-Nya dan permaafan kamu itu lebih dekat kepada takwa. Antara kalian sesungguhnya Allah Maha Mengetahui atas apa yang kamu perbuat dan lakukan.
Menurut Baharudin bahwa jamaah salat Idul Fitri kesempurnaan Fitrah yang kita harapkan ini adalah dengan saling memberikan Maaf antara sesama. Sebesar apapun dosa itu, baik dosa kepada Allah maupun dosa kepada sesama manusia.
“Untuk itu melalui momentum Idul Fitri ini mari kita buka pintu maaf sekuat-kuatnya kepada siapapun dengan jalan apapun,” harapnya.
“Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan Allahuakbar Allahuakbar Allahuakbar Allahuakbar walillahilham. Pada hari ini marilah kita kembali ke Fitri melalui silaturahmi dan saling bermaf maafan” pungkas Ustadz Baharudin. (sun/sae).
Foto Ustadz Baharudin saat kutbah Idul Fitri di Musolla Khatijah Gumukmas Jember.

