By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
Notification Show More
Font ResizerAa
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Reading: Tahun 2023 Jumlah Sekolah Yang Rusak di Kabupaten Malang mengalami Penurunan
Share
Font ResizerAa
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
Search
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Follow US
Beranda » Blog » Tahun 2023 Jumlah Sekolah Yang Rusak di Kabupaten Malang mengalami Penurunan
KABAR JATIM

Tahun 2023 Jumlah Sekolah Yang Rusak di Kabupaten Malang mengalami Penurunan

Redaksi
Last updated: 29 Mei 2023 1:40 pm
Redaksi
Published: 29 Mei 2023
Share
SHARE

PRN Malang | Jumlah sekolah rusak yang membutuhkan perbaikan di Kabupaten Malang, mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2022. Meski demikian, perbaikan sekolah tetap menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang, Budiar menyebut anggaran perbaikan sekolah bakal bersumber dari dua sektor. Yakni Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Dalam realisasinya, perbaikan sekolah yang bersumber dari APBN menjadi wewenang dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Malang. Sedangkan yang bersumber dari APBD menjadi wewenang DPKPCK Kabupaten Malang.

“Untuk perbaikan SD (Sekolah Dasar) memang ranahnya kalau dari APBN kan Diknas (Dispendik). Tapi kalau yang APBD biasanya kita (DPKPCK),” terang Budiar.

Terkait perbaikan sekolah, Budiar mengaku telah berkoordinasi dengan Dispendik Kabupaten Malang. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi tumpang tindih data.

“Tapi kami tidak mau tumpang tindih, asalkan datanya itu tidak tumpang tindih ya tetap kita lakukan (perbaikan sekolah),” ungkap Budiar.

Menurutnya, koordinasi antara Dispendik dan DPKPCK tersebut penting untuk dilakukan. Sebab, selain menghindari tumpang tindih, langkah koordinasi tersebut juga dilakukan untuk menghindari adanya dobel anggaran. Yakni satu sekolah dapat aliran dana perbaikan sekolah dari APBN dan APBD.

“Khawatir nantikan Diknas melaksanakan, kami melaksanakan. Jadi yang penting datanya tidak tumpang tindih,” imbuhnya.

Berapa jumlah sekolah yang akan diperbaiki di tahun 2023? Budiar mengaku tidak mengetahui secara rinci. Meski demikian pihaknya menyebut jika angkanya mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2022 lalu.

“Iya berkurang, saya kurang ingat jumlahnya. Tapi tidak sebanyak tahun kemarin. Sepertinya tahun kemarin yang banyak, tahun ini tidak banyak,” jelasnya.

Budiar menambahkan, anggaran perbaikan sekolah di Kabupaten Malang sejatinya banyak bersumber dari APBN. Sedangkan yang bersumber dari APBD, sudah diajukan dan mulai direalisasikan pada tahun 2023.

Sehingga, kalaupun ada sekolah yang rusak dan baru terdata pada tahun 2023, nantinya akan diajukan dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) untuk direalisasikan pada 2024 mendatang.

“Kalaupun ada nanti juga akan masuk di PAK, karena kan sebenarnya banyak di Diknas. Diknas kan memang ada anggaran dari pusat untuk perbaikan sekolah,” ujar Budiar.

Pihaknya menyebut, perbaikan sekolah yang dianggarkan dari APBN tersebut, masuk sebagai prioritas. Sebab, biasanya perbaikan sekolah yang masuk APBN adalah sekolah dengan tingkat kerusakan yang cukup parah.

“Ya pasti itu cukup parah, biasanya kelas ya, khawatir (kondisi) siswa. Nanti (kalau tidak segera diperbaiki) takut kejatuhan (material bangunan sekolah) dan sebagainya, seperti itu,” tukasnya.(w2)

You Might Also Like

Kapolresta Sidoarjo, Tokoh Paling Responsif Terhadap Masyarakat
Pemdes Kedungrawan Kecamatan Krembung, Sulap Lahan Non produktif menjadi Lahan Produktif 
Polresta Banyuwangi Ungkap Kasus Curas di RTH Karangbendo
Polres Jombang Gelar Bakti Sosial di Area Makam KH. Wahab Chasbullah
LSM GMBI Memberikan Surat Pemberitahuan Ke Polresta Banyuwangi Tentang Aksi Turun Jalan Terkait Surat Jawaban Dinas PU CKPP
TAGGED:Batu MalangTahun 2023 Jumlah Sekolah Yang Rusak di Kabupaten Malang mengalami Penurunan
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trend Terkini
KABAR JATIM

KPPU Dorong Mahasiswa Pahami Persaingan Usaha untuk Bangun Ekonomi Berdaya Saing

Redaksi
By Redaksi
30 September 2026
Jatim Fest 2026 Digelar, KAI Daop 8 Surabaya Hadirkan Promo Tiket Kereta hingga 30 Persen
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul
PT. PRADHA KARYA PERKASA Sampaikan Hak Jawab Melalui Anggota TNI Terkait Pemberitaan Dugaan Limbah di Karangdiyeng

Kategori Berita

  • Politik
  • Lawan Korupsi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Kabar JATIM
  • Nusantara
  • Opini
Menu Cepat
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Susunan Redaksi
  • Copyright
  • Disclaimer
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah
6 Oktober 2026
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan
5 Oktober 2026
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul
3 Oktober 2026
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab
2 Oktober 2026
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
© Penarakyatnews.id 2026. All Rights Reserved. Developed by Marga
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?