Lebih Luar Biasa Lagi Setelah Viral Pemberitaan Pihak Penyelenggara Baru Menyiapkan Rencana Hadiah Untuk Pemenang Lomba
PRN JAWA TIMUR | Sungguh diluar akal sehat sudah menjadi rahasia umum bahwa anggaran dari pemerintah pusat dan daerah di Kementrian Agama sangatlah fantastis, namun menjadi pertanyaan besar bagi banyak kalangan terkait lomba Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK) 2023 yang diselenggarakan Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet, Mojokerto pada Senin-Kamis (5-8/6/2023) para pemenang lomba diapresiasi dengan pemberian hadiah selembar Sertifikat dari penyelenggara.
Fakta ini terungkap dari tiga santri Pondok Pesantren ternama di Jombang At-Tahdzib yang berlokasi di kecamatan Ngoro Jombang, ketiga santri tersebut yaitu Viya Himmatul Karimah juara 1 MQK Marhalah Ulya Bidang Balaghah Putri, Siti Mukharroroh juara 2 MQK Marhalah Ulya Bidang Fiqih Putri, dan Aldi Surya Firmansyah juara 2 MQK Marhalah Ulya Bidang Balaghah Putra, adalah pemenang dalam lomba MQK yang hanya menerima lembaran sertifikat dari penyelenggara Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur.
Pengasuh Pondok Pesantren At-Tahdzib Ngoro, Jombang KH. Ach Dzaky GF sangat menyayangkan hal ini, pasalnya dengan penghargaan yang diberikan oleh pihak penyelenggar seperti ini menunjukkan tanda tanya besar bagi banyak pihak. Yang pertama pihak penyelenggara kurang cukup waktu untuk mempersiapkan semuanya, yang kedua pihak penyelenggara hanya kejar target program kerja/kegiatan tanpa mempertimbangkan apa dan bagaimana persiapan perserta baik Fisik, mental serta biaya sebelum mengikuti lomba.
Ach Dzaky GF menambahkan, seperti diketahui bersama bahwa MQK adalah bagian dari kegiatan untuk membentuk sumber daya manusia yang unggul dikalangan santri, santri juga generasi penerus bangsa, dan mestinya pihak penyelenggara mempertimbangkan apakah layak pemenang lomba hanya diberikan selembar kertas/sertifikat apalagi pelaksanaan lomba bertempat di Pondok besar yaitu Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet, Mojokerto yang salah satu pengasuhnya adalah Wakil Bupati Mojokerto.
Sementara dikutip dari laman NUONLINE yang tayang Sabtu, 10 Juni 2023 | 14:30 WIB mengutip bahwa Ketua Panitia Musabaqah Qira’atil Kutub Jawa Timur 2023 sekaligus Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Jatim, Mohammad As’adul Anam menjelaskan, piagam seluruh peserta, trofi dan uang pembinaan pihaknya akan selesaikan secepatnya dan dikirim melalui Kasi Pd Pontren/Pakis se-Kanwil Kemenag Jatim.
“Kami dari Panitia memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan peserta dan pendamping atas informasi yang berkembang dan kurang linier dalam pemberitaan setelah musabaqoh. Dan Mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Para Masyayikh dan Gus atas ketidaknyamanan pemberitaan selama ini,” ujar Mohammad As’adul Anam.
Lebih lanjut, As’adul Anam memberikan beberapa catatan. Pertama, panitia baru memberikan 6 piagam majelis, dan selebihnya akan diberikan melalui Kasi Pd Pontren/Pakis beserta trofi dan uang pembinaan.
Kedua, panitia berharap revisi anggaran untuk menjadi anggaran MQK segera selesai. Ketiga, tidak ada niatan untuk mengabaikan pemberian penghargaan kepada para juara.
“Tetapi waktu yang sangat sempit bagi kami, hanya 4 hari persiapan dari tanggal 1 sampai dengan 4 Juni 2023 itu pun di hari libur. Dan tanggal 5 sampai dengan 8 Juni 2023 pelaksanaan MQK Jatim 2023,” tandas As’adul Anam.
Dihubungi terpisah, Ketua Tim Kerja Pesantren dan PKPPS Bidang PD Pontren Kanwil Kemenag Jatim, Trianto menyampaikan, bahwa pihak penyelenggara sudah menyiapkan hadiah kepada juara, 1, 2, dan juara 3 di bidangnya masing-masing. Hadiah itu berupa piagam/sertifikat, tropi, dan uang pembinaan.
“Bagi para juara, 1, 2, dan 3 telah disiapkan piagam, tropi, dan pembinaan. Bagi peserta yang bukan juara, pembimbing, dan dewan hakim yang masuk/terdaftar dalam aplikasi telah disiapkan sertifikat,” ucapnya.
Namun, selain sertifikat, diakuinya memang belum diberikan langsung kepada setiap pemenang saat penutupan lomba karena ada beberapa kendala, di antaranya terkait relokasi anggaran yang masih dalam tahap proses.
Karena itu, mekanisme pengambilan hadiah lomba akan dilakukan oleh kepala kantor atau Kasi Pontren kabupaten/kota ke Kanwil Kemenag Jawa Timur. Selanjutnya mereka akan membagikan ke masing-masing pemenang.
“Pengambilan poin hadiah diambil oleh kepala kantor atau Kasi Pontren yang akan diberitahukan kemudian. Kankemenag kabupaten/kota akan membagikan kepada para juara, peserta, dan pembimbing,” ungkapnya. (red)

