PRN Jombang | Masalah kasus penahanan ijazah dan uang jaminan ex karyawan oleh management PT Aries Putra Motor (APM) yang sudah ada kesepakatan saat hearing di komisi D DPRD kabupaten Jombang, pada 19 Juni 2023 yang lalu kini diingkari oleh Management APM.
Dari 13 orang yang ditahan ijazahnya masih ada 3 orang yang belum dikembalikan ijazahnya yaitu Fitri, Halim dan Fahmi.
Yang jadi permasalahan adalah uang jaminan dari 10 ex karyawan yang sudah dikembalikan ijazahnya tetapi uang jaminannya sampai sekarang belum bisa diambil karena belum di buka blokirnya di Bank.
Menurut Moh Yusuf Efendi yang mendampingi ex karyawan menyampaikan, ” Pada saat hearing dengan komisi D DPRD Jombang 19 Juni 2023 Manager Area PT Aries Putra Motor mewakili management berjanji dalam waktu satu minggu setelah kesepakatan akan segera kembalikan ijazahnya ex karyawan sekaligus untuk buka blokir uang jaminan di bank, ” ungkapnya.
” Tetapi sampai sekarang uang jaminan belum cair. Dan sudah berkali-kali saya hubungi pak Budi supaya blokir nya dibuka, tetapi yang bersangkutan mengabari kalau masih sibuk ngurusi orang tuanya yang sakit. Dihari yang lain juga saya hubungi lagi pak Budi tetapi nyatanya sampai sekarang belum dibuka blokirnya, mengapa management Aries Putra motor mengingkari kesepakatan, yaitu penyelesaian masalah tersebut dengan cara musyawarah dan kekeluargaan,”tutur Yusuf.
“Saya berharap PT APM tidak mengingkari kesepakatan, artinya selesaikan semua ex karyawan yang sudah dikembalikan ijazahnya bersama uang jaminannya. Yang 3 orang ex karyawan yang belum kelar tanggungjawabnya segera dipanggil untuk menyelesaikan masalahnya sehingga nggak bertele-tele. Karena Budi Santoso sepakat diselesaikan dengan cara kekeluargaan,”tandas Yusuf.
Tetapi kepada Moh Yusuf, Erik menyatakan lewat aplikasi WA tentang rincian tanggungan Fitri yang harus di selesaikan sebagai berikut rinciannya : Untuk KPB yang tidak terselesaikan
9.256 200. Sparepart yang tidak diselesaikan 2.250.000, titip 100.000 sisa 2.150.000,Totalnya 11.406.200.
Sementara itu ketika awak media konfirmasi ke Erik melalui WA tentang berapa tanggungan 3 ex karyawan APM yang belum diselesaikannya? Hanya dijawab singkat, “Sbntr nti sy buka dl data2 nya, Ini msh stir, ” kata Erik.
Sedangkan Halim saat dikonfirmasi awak media mengatakan, “Saya ini kerja di mekanik bukan di HO, apabila Saya masih punya tanggungan ke APM Saya minta rinciannya, kalau tidak benar pernyataan Pak Erik berarti itu Saya pastikan Fitnah dan Saya juga siap untuk ke jalur hukum atau cara lainnya, ” tutur Halim.
Setelah itu awak media berusaha menghubungi Fitri mengatakan, “Seingat saya tanggungan saya tidak sebesar itu, karena saya menggantikan posisi kasir teman saya yang meninggal dunia karena terkena covid. Jabatan saya Frondesk (bukan kasir), terkait klem Kartu Perawatan Berkala itu jumlahnya satu bulan itu hanya ratusan ribu, karena penjualan sepi, saya pegang kasir itu saya pegang hanya satu atau dua bulan saja,” tuturnya. (Tim).

