PRN MOJOKERTO | Panti pijat yang di duga nyambi praktek protitusi (Pijat plus/ esek-esek) yang berada di wilayah hukum Mojokerto, sama sekali tak terjamah dari penegak hukum wilayah Mojokerto.
Dari keterangan warga sekitar area panti pijat ‘anggrek’ diketahui bahwa yang memerlukan jasa pijat adalah dari kaum adam alias para lelaki, dan dalam prakteknya proses pemijatan tidak butuh waktu lama, dan tampilan para pemijatnya juga sangat menggoda dan bikin lelaki ngiler merangsang.
“Di situ itu kok yang datang pijat orang laki-laki Semua dan gak ada ceweknya, pijatnya kok cepet banget, pijat apa sama ngeweknya, tukang pijatnya juga bohay-bohay penampilanya bikin para lelaki merangsang” Ungkap warga yang tidak bersedia disebut namanya.
Sementara menanggapi rumor yang berkembang bahwasannya dikabarkan panti pijat ‘anggrek’ dibekingngi oleh oknum tertentu, tak khayal usaha yang diduga dengan tawarkan jasa nyunyak nyunyuk tersebut berjalan lancar jaya.
Warga berharap APH segera menutup panti pijat plus plus diarea pertengahan perkampungan pinggiran brantas yaitu di Losari Mlirip Mojokerto. (ud)

