PRN Mojokero | Sungguh luar biasa sosok Toni 40 tahun warga Desa Kedung Maleng Santren Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto, Menjadi tukang parkir dipasar brangkal tidaklah mudah membalikkan telapak tangan. Pasalnya, Dirinya harus betul- betul mampuni harus santun, sabar dan guyup sama semua orang.Toni ini menjadi tukang parkir dipasar brangkal, dirinya tanpa mengenal lelah untuk mencukupi kebutuhan hidup demi anak dan istri. Sabtu 20/4/2024.
Ketika dikonfirmasi awak media ini, Toni menjelaskan, Saya markir sudah berjalan 4 tahun hingga sampai sekarang masih kita jalani mas, yang penting kita istikomah dan ihtiar, kita tidak perlu malu, semua pekerjaan bagiku semuanya sama. semua pekerjaan apa saja pasti ada resikonya, yang terpenting niatan kita utama yaitu bismillah menjadi alhamdulillah. ungkap toni sambil tersenyum.
“Saya akan terus ihtiar demi nafkahi anak dan istri dan yang penting kerja halal dan barokah. meskipun mendapat penghasilan sedikit akan tetapi barokah dan tenang untuk hidup”, imbuhnya.
lanjut Toni, Dulu saya sebelum markir sudah melalang buana kerja kesana kemari, mulai jual koran juga pernah lamanya kurang lebih tiga tahun, kemudian berhenti dan mencoba kerja di panci serbaguna kurang lebih tiga tahunan, setelah itu berhenti dan sekarang kita tekuni menjadi seorang parkir yang berjalan empat tahunan sampai sekarang. alhamdulillah mas, meskipun kita seorang parkir akan tetapi kita bisa mencukupi kebutuhan keluarga yaitu istri dan anak. katanya.
“Habis markir saya masih punya tanggungan membersihkan makan pribadi milik warga, kami bekerja seperti ini buat tambahan mas, yang penting halal. masalah gaji memberbersihkan makam ini dibayar kurang lebih Rp 250 ribu”, tambahnya.
Harapan kami kedepannya mudah- mudahan kita diberikan panjang umur, sehat dan bisa mewujudkan cita- cita anak agar kedepannya lebih baik dan terus sukses sesuai dengan keinginan kita selaku orang tua yang bijak dan tanggung jawab kepada anak dan istri, pungkasnya. (Win Wapim)

