PRN Mojokerto | Sungguh tidak disangka wanita yang bernama Nopi (inisial, red) warga dusun Pakuwon Desa Bangsal Kecamatan Bangsal. Pasalnya, Nopi yang bekerja dipabrik sepatu dekat rumah korban, awalnya datang kerumah Nurini warga RT/RW 020/008 Desa Kedungmaling Kecamatan Sooko, yang tak jauh dengan pabrik dia bekerja. Nopi datang kerumah Nurini beberapa bulan lalu pada saat mau pinjam uang dengan dalil bermacam cara dengan modus meminjam uang kurang lebih Rp 5 juta yang alasannya ini itu kepada korban. Nopi yang bekerja di pabrik ini sampai saat ini tidak pernah bayar hutang itu dan diduga tidak mempunyai etikat baik untuk mengembalikan uang tersebut. Sabtu 18/5/2024.
Menurut keterangan Dwi Yuni Winarko selaku suami Nurini menjelaskan, bagi saya uang segitu sangat besar sekali mas, dikarenakan mencari uang segitu itu kami dan istri jualan meracang bawang merah, bawang putih dan lainnya dipasar brangkal, kami tidak tau malam sampai pagi untuk mencari rejeki untuk memenuhi kebutuhan anak. artinya, tidak mudah lah membalikkan dan kami selalu dengan sabar dan ikhtiar untuk mengais rejeki. ungkapnya kepada media ini dirumahnya.
“Setiap hari saya bersama istri mengumpulkan uang dikit demi sedikit dari hasil jualan itu, setelah itu setelah kami kumpulkan dengan niatan biar ada kelihatannya hasil jualan tersebut, anggap saja tak buat tabungan atau buat simpanan saya dan istri saya, katanya.
“Lanjut Dwi, nyatanya uang tabungan simpanan tersebut, malah dipinjam sama Nopi yang bekerja dipabrik dekat rumah. katanya istri saya, dia datang kerumah pada waktu itu kurang lebih lima bulanan yang lalu, dia merayu istri saya untuk pinjam uang dengan modus rayuan yang katanya ini itu, sebelum ia pinjam uang dia janji dan bilang mau nyicil dan tidak lama pinjam, ehhh nyatanya dia malah tidak bayar sekali sampai sekarang” keluhnya.
Dari situlah akhirnya, kami ketahui bahwa anak tersebut meminjam uang kepada istri saya sebesar itu, padahal anak itu bukan saudara, cuman istri saya orangnya tidak tegaan mas, cetus Dwi.
Setelah ditanya kepada Nopi, ternyata dia cuman omong kosong dan selalu janji dan janji dengan alibi masih belum punya uang. sampai saat ini anak tersebut tidak membayar atau tidak ada kejelasannya. terang Dwi kepada media ini.
Dengan kejadian ini, “saya dan istri saya mengalami kerugian uang kurang lebih lima jutaan. diduga Nopi yang bekerja dipabrik dekat rumah, sepertinya diduga memang mau gelapkan uang tersebut dengan dalil ini itu dan modus pinjam kepada istri saya, buktinya dia sampai sekarang tidak pernah nyicil atau tidak ada niat membayar atau mengembalikan uang sebesar itu kepada istri saya,”imbuhnya.
“Nopi setiap pulang kerja, kadang mampir kerumah seakan- akan dia seperti tidak punya tanggungan uang yang ia lakukan, begitu ditanya dan ditagih, dia menjawab belum ada uang dan masih banyak keperluannya. dia sering bilang begitu setiap ditagih, seakan- akan dia tenang dan mengabaikan keluarga saya”, keluh ibu Nurini.
Dengan kejadian ini, Dwi Yuni Winarko selaku suaminya Nurini selaku korban yang merasa dirugikan uang lima jutaan, akan mengambil langkah jalur hukum kalau dia tidak ada kepastian dan kejelasannya.
Sementara Nopi usai pulang kerja pada sore hari ini yang dikonfirmasi media ini dirumahnya Nurini selaku korban yang merasa dirugikan, dia berjanji akan membayar setiap bulannya Rp 300.000 dan akan dimulai bulan depan untuk membayar dengan cara menyicil, sambil tergesa – gesa dia langsung pamit pulang. pungkasnya. (Wapim)

