PRN Malang l Hasil produksi pertanian di Bumi Kanjuruhan relatif cukup tinggi. Panen yang berlangsung empat bulan, Januari-April lalu sudah menghasilkan 132.600 ton padi. Angka tersebut berpotensi bertambah. Karena, hasil panen selama bulan Mei belum tercatat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang
Avicena Sani Putera memaparkan, produktivitas padi tergolong tinggi bila dibandingkan ratarata Jawa Timur. “Produktivitas padi pada 2023 mencapai 6,36 ton per hektare.
”Sementara rata-rata Jatim hanya 5,63 ton per hektare,” tambah pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.
Meski sudah di atas rata-rata Jatim, pihaknya akan berupaya terus meningkatkan
produktivitasnya. Salah satunya melalui program itensifikasi. Yakni pengolahan lahan sebaikbaiknya guna meningkatkan hasil pertanian. “Target produksi padi pada 2024 ini mencapai 411.543 ton,”.
Dia mengungkapkan, terdapat beberapa kendala bagi petani di lapangan untuk tingkatkan
produksi yang lebih tinggi lagi. Salah satunya akibat perubahan iklim (El-Nino) yang
memengaruhi ketersediaan air irigasi selama masa vegetatif padi. Selain itu, juga berdampak
mundurnya jadwal tanam.
Apalagi, dia mengatakan, penggunaan teknologi dalam pertanian juga belum masif. Hal itu
berpengaruh terhadap masa tanam maupun panen. Hal itu diperparah dengan minimnya petani milenial. “Yang ada itu pun banyak berusia tua. Sedangkan generasi muda belum tertarik terjun ke dunia pertanian. (W2)

