PRN Mojokerto | Pungutan liar (Pungli) dalam pelayanan dan administrasi kepengurusan Surat Ijin Mengemudi (SIM) diwilayah hukum Polres Mojokerto itu hanya isapan jempol belaka. Pasalnya, seperti yang belum lama ini, salah satu rekan media online dan cetak Pena Rakyat News telah memperpanjang SIM A dan sim C baru banyak menemukan indikasi dugaan pungli yang dilakukan oleh oknum anggota Satpas Polres Mojokerto.
Kejadian yang dialami wartawan media online dan cetak itu pada hari kamis kemarin sampai hari ini jum,at sekarang tanggal 28/6/24.
Sementara mengenai persyaratan yang sudah diikuti semuanya sudah lengkap, namun begitu wartawan Pena Rakyat News gagal dalam proses test tersebut masih disuruh menunggu dan kembali lagi minggu depan. ungkap wartawan.
“Kami datang kepolres Mojokerto ini intinya pertama memperpanjang SIM A, sekaligus ngurus sim C baru mas. Perkiraan saya begitu saya gagal mengikuti test maka wajar kembali lagi minggu depannya, akan tetapi saya sangat terkejut ada salah satu warga Gemekan, Sooko justru malah langsung foto tanpa melalui prosedur seperti yang saya alami”. katanya
“Jujur saya merasa kecewa sekali mas, saya kira apa yang saya harapkan mulai kemarin tentang memperpanjang SIM A dan sim C baru saya semua melalui tahapan secara prosedur seperti dalam slogannya bahwa Polres Mojokerto adalah Zona Integritas WBK (Wilayah Bebas Korupsi), ternyata tidak sesuai dengan slogannya” Imbuhnya.
Ditempat yang KH (inisial) warga Gemekan, Sooko, Mojokerto ketika dimintai keterangan besaran biaya untuk ngurus sim nya sebesar 800ribu untuk SIM B 2, tanpa harus prosedur ngurus sertifikat di Polda Jatim, dan untuk SIM A baru dikenakan biaya 900ribu bisa langsung foto.
“Kalau saya perpanjang SIM B 2 disini dikenakan biaya 800ribu mas, itu ae tanpa harus repot-repot ke Polda Jatim urus sertifikatnya, dan kalau SIM A saya baru kemarin dikenakan biaya 900ribu mas” tuturnya.
“Saya biasanya seh nitip Anggota Polres Mojokerto sini mas ketika ngurus SIM A baru, atau perpanjangan. Sebab kalau tanpa lewat anggota Polres Mojokerto sendiri sangat sulit mas, dan memakan waktu panjang. Mendingan nitip saja mas lebih enak langsung jadi tanpa harus buang buang waktu, meskipun biaya nya agak mahal gpp, yang terpenting prosesnya cepat mas” imbuhnya.



Berdasarkan sumber data dai media pena rakyat pemberitaan sudah teke down dan selesai dengan Damai