Salah satu gerak seorang wanita yang menggerakkan ribuan wanita adalah Arumi Bachsin. Nama Arumi Bachsin sangat familiar di kalangan ibu-ibu PKK tingkat desa juga dasawisma 38 Kabupaten yang tersebar se Jawa Timur. Bahkan pertengahan Februari 2024 Arumi – panggilan akrabnya- mendapat penghargaan dari Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) pusat atas keberhasilannya yang luar biasa selama lima tahun kiprah kepemimpinannya melakukan program PKK ke hampir seluruh daerah di Jawa Timur. Kontribusi dan dedikasi pengurus TP PKK Provinsi Jatim untuk memajukan gerakan pemberdayaan masyarakat Jatim, tidak terlepas dari sifat humble seorang Arumi yang merupakan istri Wakil Gubernur Emil Dardak periode 2019 – 2024.
Karakter humble seorang Arumi nampak pada gaya berbusananya pada saat penerimaan penghargaan. Kebaya hitam, kain batik dengan aksen etnik anting tempo dulu memberikan kesan sosok yang mampu melakukan pendekatan dengan gaya berbusana khas Jawa Timur. Komitmen dan kerendahan hati ketua Tim PKK se Jatim itupun mampu memanfaat keahlian serta kekuatan anggota tim untuk bisa melayani dengan kesadaran diri yang tinggi. Model kebaya kartini dengan kain lilit jumputan merupakan salah satu cirri gaya kepemimpinan leading from the ground, dimana gaya kepemimpinan ini juga merupakan definisi humble leadership.
David R. Hekman melalui jurnal internasional nya dengan judul “ How DoesLleader Humility Influence Team Performance? Exploring the Mechanisms of Contagion and Collective Promotion Focus” menyebutkan bahwa gaya kepemimpinan ini mampu memotivasi tim untuk menjadi lebih mandiri dan independen. Kerendahan hati, keterlibatan aktif secara empati hingga pemberdayaan anggota tim yang merupakan beberapa sikap humble ditunjukkan oleh Arumi melalui berbagai kegiatan sosial.
Sosok Arumi yang dulunya dikenal sebagai artis, tidak mengeluh saat turun langsung salurkan korban tanah longsor di Kabupaten Trenggalek. Ia bahkan menemui warga desa Sumurup yang rumahnya hancur tertimbun tanah longsor. Empati mendalam bisa dirasakan oleh ibu Ketua Tim PKK se Jatim itu, sebagaimana yang dirasakan oleh 32 Kepala Keluarga atas 28 rumah yang telah dikosongkan karena tertimbun longsor.
Keinginan kuat wanita cantik dan anggun tersebut juga tersurat saat melakukan pertemuan bersama seluruh pengurus dan anggota PKK, PERWOSI dan DWP se-Madura. “Menyatukan visi misi untuk menyukseskan pembangunan di masing-masing Kabupaten memang tidaklah mudah, namun sinergi dengan Kepala Daerah merupakan cara jitu untuk mewujudkan kemajuan Madura”, pesan penting yang disampaikan dari wajah anggun itu lalu disambut tepuk tangan riuh seluruh perempuan hebat didalam ruangan pertemuan.
Sikap menggerakkan dari bawah juga menjadi ciri khas humble leadership dimana seorang pemimpin mengakui kebenaran dan solusi seringkali berasal dari oranglain. Memiliki kemampuan untuk mendengarkan belajar serta mengakui keahlian oranglain. Belajar bersama dengan Tim PKK dari provinsi lain merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh perempuan cerdas guna meningkatkan Sumber Daya Manusia.
Kumpul-Kumpul Santei Sareng PKK alias Kumis Sakera PKK merupakan ajang pencarian dan penerimaan ide dari seluruh Tim Pengurus PKK se-Jatim. Inovasi lain yang dikembangkan adalah PAAREDI (Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital). Kedua program ini memunculkan diskusi hangat bersama tamu studi banding Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Timur yang digawangi oleh ibu Norbaiti. Pola gerakan antara Kaltim yang hanya diisi 3,7 juta jiwa dengan 10 kabupaten dan kota, tentulah sangat berbeda pengalaman Tim Penggerak PKK Jatim berpenduduk 40 juta jiwa 38 kabupaten dan kota.
Belajar bareng dan santai untuk para ibu yang takboleh kalah dengan zaman itupun didampingi Mentor Digital Marketing E-Commerce Expert. Sehinnga baik Tim Penggerak PKK Kaltim dan Jatim juga bisa meningkatkan ilmu Public Speaker dan Broadcaster via digital. Humble nya seorang Arumi Bachsin ditampakkan dari cara berbusananya yang mampu berbaur dengan penampilan ibu-ibu khas Jawa Timur. Tentu gaya ini mengindikasikan bahwa Arumi merupakan pemimpin yang suka mengadakan sesi diskusi terbuka dengan timnya.
Diskusi guna mendengarkan ide-ide serta masukan semua anggota tim dalam hierarki organisasi. Sikap kerendahan hati juga ditunjukkan secara jelas terkait penelitian karakter humble pada jurnal judul “ How DoesLleader Humility Influence Team Performance? Exploring the Mechanisms of Contagion and Collective Promotion Focus” yang diterbitkan tahun 2015 di University of Colorado yang menyampaikan bahwa berkomunikasi secara terbuka dengan anggota tim serta membagikan informasi tentang visi, tujuan, dan keputusan organisasi merupakan aksi nyata menjadikan anggota tim merasa dihargai nguwongke uwong”.
Image artis yang sudah terlanjur melekat pada sosok wanita cantik ini, ternyata tidak membuat drinya lupa dengan kehidupan akademis masa muda. Terbukti Arumi remaja memiliki prestasi cukup baik. Saat di SMP Tirta Buaran, Arumi remaja tercatat sebagai siswa akselerasi_siswa yang digolongkan kedalam kategori cerdas melebihi teman sebayanya. Berkat kecerdasan Arumi remaja, Arumi ketua Tim Penggerak PKK Jawa Timur periode 2019 hingga 2024 adalah supervisor yang mampu menerapkan prinsip humble leadership memberikan proyek-proyek menantang pada anggota tim PKK. Namun sebagai ketua tim, ibu Arumi tetap mendampi serta memberikan bantuan dalam rangka pemberdayaan petonsi anggota secara maksimal.
Arumi nampaknya memasang image humble leadership dikarenakan konsep ini merupakan kunci penting dalam konteks kepemimpinan masa kini sesuai pergeseran paradigma tentang pemimpin efektif. Kepemimpinan takhanya diukur dari segi kekuatan dan keahlian teknis, namun kemampuan memahami serta memanfaatkan aspek-aspek emosional, sosial dan psikologis ketika memimpin tim. Sehingga membuat warga Jawa Timur senantiasa mengingat Arumi sebagai ibu pejabat yang takhanya cantik, anggun, cerdas namun juga ramah serta berjiwa sosial tinggi.
Maria anis suhartatik
Mahasiswa administrasi Publik
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo


