Hernis Yunita Norma Yanti
Mahasiswa Program Studi Administrasi Publik. Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Melalui Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara (IKN), Pemerintah Indonesia telah menetapkan ibu kota baru. Pembangunan ibu kota negara baru tentunya memerlukan konsep yang matang serta didasarkan pada visi dan misi jangka panjang. Pembangunan ibu kota baru idealnya difokuskan pada perkembangan konsep pembangunan kota dan tentunya mempunyai nilai strategis yang menjadi dasar pertimbangan pemindahan ibu kota tersebut. Selain itu, dalam pembangunan ekonomi juga diwajibkan menggunakan prinsip kebersamaan, berkeadilan, berkelanjutan dan berwawasan lingkungan sehingga paradigma smart forest city yang digunakan sebagai kerangka acuan pembangunan ibu kota baru telah seirama dengan konstitusi yang menghadirkan lingkungan hidup sebagai salah satu objek yang harus dilindungi oleh negara.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono menjadi sorotan publik karena kepemimpinan yang aktif dalam pembangunan infrastruktur dan meningkatkan standar hidup masyarakat, seperti jalan Tol Trans-Jawa, revitalisasi irigasi, kawasan industry dan masih banyak lagi. Hal ini menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan yang dimiliki oleh Basuki Hadimuljono adalah Kepemimpinan Inovatif terhadap pembangunan infrastruktur di Indonesia. Gaya Kepemimpinan Inovatif merupakan tindakan seorang pemimpin yang memiliki keberanian untuk mengambil risiko untuk menciptakan konsep yang baru.
Dari Kepemimpinan Pak Basuki yang inovatif, tegas, dan visioner membuatnya berhasil menyelesaikan proyek-proyek tersebut tepat waktu dan sesuai dengan standar kualitas yang tinggi. Maka dari itu, Pak Bas mendapatkan tugas penting dalam pembangunan infrastruktur dasar di IKN. Pembangunan IKN bukan hanya sekedar memindahkan kota dan gedung-gedung pusat pemerintahan, tetapi juga merencanakan pusat perkotaan yang modern dengan prinsip Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara sebagai suatu future smart forest city of indonesia. Maka diperlukannya berbagai inovasi untuk mewujudkannya. Hal itu sesuai dengan gaya kepemimpinan Pak Basuki terhadap pembangunan infrastrukturnya yang menekankan pemanfaatan teknologi yang dimana sesuai dengan konsep future smart forest city of Indonesia.
Bukti gaya Kepemimpinan Inovatif yang dilakukan Pak Basuki yaitu penerapan inovasi teknologi pada Pembangunan IKN sebagai kota modern. Saat ini seluruh desain perencanaan konstruksi telah memanfaatkan Building Information Modelling (BIM) untuk mempercepat Pembangunan konstruksi gedung dan bangunan di IKN. BIM adalah salah satu sistem, manajemen, metode, atau runtutan pengerjaan suatu proyek dengan mensimulasikan seluruh informasi ke dalam model tiga dimnsi. Hal tersebut dilakukan dengan pemodelan yang dinamis dan real time tiga dimensi dengan memanfaatkan sistem berbasis data. Penggunaan BIM bisa dilihat dalam pekerjan konstruksi, proses desain, pengadaan, dan pelaksanaan konstruksi dpat dengan mudah terhubung.
Sejumlah inovasi lainnya juga sudah mulai disiapkan untuk mewujudkan IKN sebagai kota yang modern, seperti pembangunan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) berupa box beton untuk utilitas bawah tanah sekaligus drainase, sehingga tidak ada lagi utilitas kabel di luar yang membahayakan. Selain itu nanti akan disiapkan sistem penyedia air minum (SPAM) yang sudah berstandar yang siap untuk diminum tanpa perlu dimasak lagi.
Inovasi menjadi salah satu elemen pendukung kesuksesan seorang pemimpin dalam kepemimpinannya. Dalam era globalisasi saat ini, kehadiran pemimpin yang kreatif dan inovatif menjadi sangat penting. Di era disrupsi digital dibutuhkan pemimpin yang mampu menjadi pendobrak, yakni yang memiliki tanggung jawab dan komitmen untuk terus berinovasi. Oleh sebab itu, Proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) yang dilakukan oleh Basuki, tidak hanya terbatas pada pemindahan ibu kota. Namun, mencakup perencanaan pembangunan pusat perkotaan modern, terutama dalam hal penggunaan teknologi. Basuki Hadimuljono terus mendorong percepatan dalam memajukan transformasi digital dan inovasi baru untuk membangun infrastruktur yang berkelanjutan. Penggunaan teknologi digital dalam Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) menjadi salah satu fondasi penting dalam meraih visi Indonesia Emas 2045. Salah satu cara pelaksanaannya adalah melalui penerapan collaborative work serta menggabungkan sistem Building Information Modeling (BIM) dan Geographic Information System (GIS).
Dengan gaya kepemimpinan yang dimiliki Basuki, membuktikan bahwa seorang pemimpin dapat mempengaruhi bawahannya untuk mencapai tujuan yang baik, memberi motivasi untuk mencapai kesuksesan bersama, serta menciptakan lingkungan yang berkolaborasi. Pendekatan kepemimpinan ini bertujuan untuk membangun lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan kinerja. Kepemimpinan Basuki Hadimuljono telah membawa dampak positif pada perkembangan infrastruktur di Indonesia. Oleh sebab itu, Keberhasilannya juga memunculkan perspektif baru dalam hal manajemen proyek infrastruktur yang efisien dan terbuka.

