PRN Surabaya | Surabaya – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE)Yapan Surabaya, Mengelar Upacara Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Ta 2024-2025 dilapangan kampus Jalan IKIP Perum Gunung Anyar Blok E, Senin (09/9) 2024.
Dr. Gogi Kurniawan selaku Ketua STIE Yapan menyampaikan bagi mahasiswa kegiatan ini merupakan sangat penting dan istilahnya dari masa pengenalan kampus yang dulu sering kita kenal dengan istilah ospek. Untuk PKKMB adalah wahana bagi pemimpin perguruan tinggi untuk memperkenalkan mahasiswa baru dalam proses transisi dari siswa menjadi mahasiswa.
Sambungnya kegiatan PKKMB dilaksanakan untuk mempercepat proses adaptasi mahasiswa dengan lingkungan yang baru. Juga, memberikan bekal untuk menjadi mahasiswa yang dewasa dan mandiri, serta berhasil menempuh pendidikan di perguruan tinggi nantinya.
PKKMB Tahun Akademik 2024/2025 dilaksanakan oleh kampus STIE Yapan Surabaya pada tanggal 9-13 september 2024. “PKKMB ini diikuti seluruh mahasiswa baru prodi akutansi dan prodi majemen serta dihadiri secara tatap muka baik oleh dosen maupun para karyawan,” ungkap gogi.
Dengan harapan diberikan bekal dari Kemendikbudristek berupa buku panduan PKKMB mulai dari tiga asas yang perlu kita perhatikan sampai dengan hasil yang ingin dicapai, Asas Pelaksanaan PKKMB.
Asas pertama Keterbukaan, asas ini mengharuskan semua kegiatan penerimaan mahasiswa baru dilakukan secara terbuka.
Baik dalam hal pembiayaan, materi atau substansi kegiatan, berbagai informasi waktu maupun tempat penyelanggaraan kegiatan. Kedua Asas demokratis, asas ini mengharuskan semua kegiatan dilakukan berdasarkan kesetaraan semua pihak.
“Dengan menghormati hak dan kewajiban masing-masing pihak yang terlibat dalam kegiataan penerimaan mahasiswa baru,” tuturnya.
“Ketiga Asas humanis, asas ini mengharuska kegiataan penerimaan mahasiswa baru dilakukan berdasarkan kemanusiaan yang adil dan beradab dan prinsip persaudaraan,” ujar gogi.
Sementara Menristekdikti juga memberikan bekal juga Materi PKKMB 2022 diantaranya, ehidupan berbangsa, bernegara, dan pembinaan kesadaran bela negara. Lalu Sistem Pendidikan Tinggi di Indonesia, perguruan tinggi di era revolusi industri 4,0 dan kehidupan kampus saat ini.
Pentingnya kesadaran lingkungan hidup dan kampus sehat. Serta Manajemen risiko, kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di perguruan tinggi pungkasnya.(sae)


