PRN Sidoarjo | Sidoarjo – Banjir rutin tahunan di Desa Tanjekwagir kecamatan Krembung Kabupaten Sidoarjo jadi sorotan. Perlunya pengendali banjir jadi salah satu opsi untuk mengatasi banjir ‘langganan’ di kawasan tersebut.
Hal itu diungkapkan kepala Desa Amirul Fasikin yang di dampingi Camat Krembung, Kapolsek Krembung,Kepala BPBD Sidoarjo,saat meninjau langsung banjir akibat meluapnya aliran Sungai pada Jumat (6/12/2024).
RT 04/05 dusun Tanjekwagir atau yang biasa di sebut dusun Bonorowo ini memang sudah menjadi langganan banjir dan kali ini berdampak paling parah mencapai lutut orang dewasa dan sampai masuk rumah warga,Kita coba ingin melihat langsung (penyebabnya) bersama-sama Camat, BPBD Sidoarjo bagaimana penanganannya nanti.
“Kami berharap dinas PU pengairan dengan kondisi aliran sungai afour tersebut yakni normalisasi dengan pengambilan secara optimal eceng gondok dan pengambilan sedimen atau endapan tanah ,karena eceng gondok tersebut luar biasa kepadatannya mengalir dari atas dari wilayah Mojokerto juga wilayah kita utamanya paling banyak dari situ ketidak mampuan kita Untuk membersihkan eceng gondok secara manual dengan padat karya juga penyemprotan memakai obat tidak mampu jadi harusnya ada normalisasi aliran sungai,”pungkas kepala desa.
Sementara itu,Camat Krembung Hari Novtijadi SH.MM,mengatakan pihaknya sangat mendukung penanganan banjir di Desa Tanjekwagir. Oleh BPBD Sidoarjo yang bergerak cepat dengan menerjunkan tim dari BPBD membersihkan eceng gondok di sepanjang sungai,”kami akan berkordinasi dengan pihak Dinas PU,untuk normalisasi sebagai langkah yang terbaik,”tegas camat Krembung secara singkat.
Ada beberapa faktor yang membuat banjir di wilayah Tanjekwagir selain elevasi tanah juga banyaknya eceng gondok yang ada di sepanjang sungai bisa menyebabkan aliran sungai yang tersumbat,”kami bersama tim akan bekerja ektra untuk mengambil eceng gondok agar aliran sungai kembali normal dan luapan air banjir bisa surut,”kata tim BPBD Sidoarjo.
DPK LSM LIRA Krembung Joko Jombrot juga turut menyaksikan hal tersebut, dan berpendapat untuk sesegera mungkin berkordinasi dengan OPD terkait, baik secara kedinasan ataupun kedekatan.
LSM LIRA akan berkolaborasi dengan pemerintah desa Tanjekwagir melakukan komunikasi dengan dinas teknis seperti BPD, Dinsos, PU dan Dinkes. Hal ini perlu pemetaan bersama untuk bagi tugas, karena dampak dari luapan air sungai yang keruh berkaitan dengan faktor kesehatan dan sosial.(Mid)


