By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
Notification Show More
Font ResizerAa
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Reading: Mentan Amran Berikan Arahan PTPN Group demi Terwujudnya Swasembada Gula Nasional
Share
Font ResizerAa
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
Search
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Follow US
Beranda » Blog » Mentan Amran Berikan Arahan PTPN Group demi Terwujudnya Swasembada Gula Nasional
KABAR JATIM

Mentan Amran Berikan Arahan PTPN Group demi Terwujudnya Swasembada Gula Nasional

Redaksi
Last updated: 12 Juni 2025 9:27 am
Redaksi
Published: 12 Juni 2025
Share
SHARE

Teks Foto istimewaMenteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman saat Raker dengan PTPN Grup di kantor Representative Office (RO) PT SGN Surabaya

PRN Surabaya | Surabaya – Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman memberikan beberapa arahan penting demi terwujudnya swasembada gula nasional. Beberapa arahan yakni pertama regulasi. Dia menyebut, deregulasi penting di berbagai kebijakan sektor pertanian, khususnya komoditas gula, untuk mempercepat terwujudnya swasembada dalam waktu maksimal tiga tahun.

“Ini harus deregulasi untuk disederhanakan, yang menguntungkan plasma dan menguntungkan negara, ” kata dia, dalam Rapat Kerja (Raker) Menteri Pertanian RI dengan PTPN Grup di kantor Representative Office (RO) PT SGN Surabaya, Rabu (11/6/2025).

Lebih lanjut, Amran mengatakan, banyak aturan lama yang sudah tidak relevan dan justru menjadi penghambat bagi petani maupun perusahaan negara seperti PT Perkebunan Nusantara (PTPN).

Dia mengungkapkan bahwa sumber daya manusia di tubuh PTPN sebenarnya sangat mumpuni. Sebagian besar sudah bekerja minim 10 hingga 20 tahun. “Orang-orang PTPN ini orang hebat. Pengalamannya minimal 10 tahun hingga 20 tahun, ” ujarnya.

Namun, regulasi yang tidak fleksibel menghalangi mereka dalam mengambil kebijakan teknis yang bisa langsung berdampak pada produktivitas.

Masalah yang paling mendasar, lanjut Amran yakni kerusakan lahan. Menurut Amran, sekitar 86% lahan tebu nasional sudah dalam kondisi rusak atau tidak optimal.

Ia menegaskan bahwa perbaikan harus dilakukan secara menyeluruh dalam waktu maksimal tiga tahun. “Seluruhnya harus dibongkar dan dibenahi. Paling lambat bongkar ratoon. Tidak ada pilihan lain kalau kita mau swasembada,” jelas dia.

Kedua, intensifikasi meliputi perbaikan irigasi, benih unggul, dan pengolahan tanah. “Kemudian bibit. Mudah-mudahan PTPN membantu dalam bentuk apapun. Lalu pupuk juga kami subsidi,” kata dia. Selain intensifikasi, juga ada ekstensifikasi yang diakselerasi. “Itu perintah Bapak Presiden. Kami akan memperluas areal tanam minimal 200 ribu hektare untuk PTPN tebu bisa selesai 3 tahun,” terang dia.

Presiden Prabowo, kata Amran, telah menyetujui anggaran sebesar Rp 30 hingga Rp 40 triliun untuk mendukung proyek perluasan dan perbaikan lahan tebu. Anggaran ini akan disalurkan untuk kebutuhan seperti pupuk bersubsidi, bibit unggul, dan dukungan sarana produksi. “Dana sudah siap, perintah Presiden jelas: kita harus akselerasi,” tambah Amran.

Mentan juga menyoroti sistem kredit pertanian yang selama ini dinilai menghambat petani. Salah satu contohnya adalah sistem akumulasi plafon pinjaman yang membatasi petani untuk mengakses kredit di tahun-tahun berikutnya meskipun mereka membayar tepat waktu. “Kita usahakan, katakanlah plafonnya 50 juta per hektare itu bisa diambil. Tahun berikutnya bisa diambil, tidak usah dibatasi, “katanya.

Amran menegaskan bahwa ketahanan pangan Indonesia saat ini dalam posisi cukup kuat, bahkan di tengah ancaman badai iklim global. Produksi gula nasional tahun ini ditargetkan mencapai 2,9 juta ton, angka tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. “El Nino malah meningkatkan produksi. Ini berkat strategi pompa air dan distribusi benih unggul yang tepat,” kata Amran.

Sebagai langkah konkret, Amran menyatakan bahwa hari ini pihaknya bersama jajaran PTPN akan mengirimkan surat resmi terkait permohonan deregulasi kepada kementerian dan lembaga teknis terkait.

“Langsung saya tanda tangan. Ini bentuk komitmen kami bahwa tidak ada waktu yang bisa disia-siakan. Swasembada gula bukan lagi mimpi, tapi agenda nyata negara,” kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Mahmudi, menyerukan semangat kerja eksponensial dalam upaya peningkatan produksi gula nasional menyusul arahan Menteri Pertanian (Mentan) yang menargetkan lompatan besar dalam produksi nasional.

“Pesan Bapak Mentan jelas, kita harus bangkit dan bekerja eksponensial, bukan sekadar naik 10–20%. Beliau ingin kita bergerak cepat dan benar-benar bekerja,” ujar Mahmudi.

Ia mengungkapkan bahwa dalam dua tahun terakhir, produksi gula SGN bh telah meningkat dari 751 ribu ton menjadi satu juta ton, naik sekitar 30%.

Namun, menurutnya, pencapaian tersebut masih belum memenuhi target eksponensial yang diharapkan Menteri Pertanian.

Sebagai bentuk konkret dari arahan tersebut, SGN diminta untuk melakukan perluasan lahan tebu baru sekitar 5.000 hektare. “Alhamdulillah, dari target tersebut kita berhasil menghadirkan 10.300 hektare. Ini bukti nyata komitmen kami,” tegas Mahmudi.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan rencana jangka menengah SGN. Tahun depan, SGN menargetkan produksi sebesar 4 juta ton, dan tahun berikutnya 5 juta ton. Untuk mencapai target ini, SGN telah memetakan beberapa strategi utama.

Pertama perbaikan produktivitas. SGN, lanjutnya, akan mengubah komposisi lahan tebu dengan minimal 86% lahan produktif dan peningkatan kualitas varietas tebu.

Kedua peningkatan rendemen. Mahmudi menyebut bahwa optimalisasi varietas dan proses pematangan menjadi kunci agar rendemen bisa mencapai standar ideal.

“Ketiga perbaikan infrastruktur karyawan: SGN telah mengalokasikan Rp 25 miliar untuk memperbaiki 799 unit rumah karyawan. Ini adalah bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan tenaga kerja,” tandasnya.

Ke empat ketersediaan bibit. Saat ini kebutuhan bibit tebu mencapai 1,25 juta hingga 1,5 juta bibit. Dan kelima permodalan dan relaksasi bunga KUR. “Kami mengusulkan relaksasi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari 6% menjadi 3%, membutuhkan tambahan dana sekitar Rp 250 miliar,” ujar Mahmudi.

Untuk perluasan lahan, saat ini SGN telah mengidentifikasi 35.000 hektare lahan potensial, namun 8.500 hektare di antaranya belum dapat dieksekusi karena kendala regulasi dan biaya.(cyo/sae’)

You Might Also Like

Pesan PJ Bupati Hudiyono Ke Pemuda Muhammadiyah Gerakkan Ekonomi Kreatif Sidoarjo Lewat Jejaring
Mengaku Keponakan Tinggal Satu Atap ternyata “Penean”
Anggota DPRD Jatim Komisi B dari Fraksi Partai Gerinda Mengelar Workshop: PeranWarga Negara Dalam Menjaga Ketertipan, Keamanan Serta Keutuhan NKRI
PU BINA MARGA Kab. Malang Terkesan Hambur-hamburkan Dana APBD
Pemdes Lumpangkuwik Gelar Musdes Susun RKPDes Tahun 2021
TAGGED:Mentan Amran Berikan Arahan PTPN Group demi Terwujudnya Swasembada Gula NasionalSurabaya
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trend Terkini
KABAR JATIM

Swakelola Rp1,1 Miliar, Perkim Jombang Benahi Trotoar dan Drainase di 6 Ruas Jalan Kota

Redaksi
By Redaksi
2 Oktober 2026
PT. PRADHA KARYA PERKASA Sampaikan Hak Jawab Melalui Anggota TNI Terkait Pemberitaan Dugaan Limbah di Karangdiyeng
Pemkab Malang Realisasikan Hotmix Pendem Jatisari Pakisaji
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab
KPPU Dorong Mahasiswa Pahami Persaingan Usaha untuk Bangun Ekonomi Berdaya Saing

Kategori Berita

  • Politik
  • Lawan Korupsi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Kabar JATIM
  • Nusantara
  • Opini
Menu Cepat
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Susunan Redaksi
  • Copyright
  • Disclaimer
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah
6 Oktober 2026
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan
5 Oktober 2026
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul
3 Oktober 2026
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab
2 Oktober 2026
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
© Penarakyatnews.id 2026. All Rights Reserved. Developed by Marga
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?