PRN MOJOKERTO | Sekitar sebulan warga Pandisari Desa Sawo Kecamatan Kutorejo tidak dapat menggunakan air, pasalnya air khususnya di dusun Pandisari yang tadinya bersih dan dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari sekarang berubah menjadi keruh dan berubah warna.
Fakta ini disampaikan oleh Aminun salah satu warga Pandisari desa Sawo Kecamatan Kutorejo, dalam keterangannya kepada awak media dirinya dan seluruh keluarganya sudah sebulan harus membeli air bersih dari luar untuk memenuhi kebutuhan seperti masak, mandi dan lainnya, hal ini disebabkan karena air yang sudah ribuan tahun digunakan oleh kebanyakan warga Pandisari untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saat ini menjadi tidak bersih dan mengakibatkan warga sakit gatal gatal dan warnanya berubah menjadi keruh ‘butek’.
“sudah sebulan ini mas keluarga kami tidak berani menggunakan air dan kami harus membeli air dari luar untuk memasak dan untuk mandi, sebab kalau kami menggunakan air ini kami semua gatal gatal” ungkap warga seraya menunjukkan air yang seperti air parit.
Masih dalam keterangan warga, dirinya pernah melakukan protes kepada kepala desa Sawo, namun hanya kekecewaan yang didapat, pasalnya jawaban Kepala desa Sawo sangat enteng “ itu dampak dari galian” dan saat warga menunjukkan adanya paralon yang masuk ke tanah dari sebuah usaha atau perusahaan, dengan bahasa Nakut-nakuti warga kepala desa Sawo mengatakan “ itu milik jendral”
“…mungkin pak lurah dikasih uang sama sana…” penggalan kalimat Ainun.
Sementara pada kesempatan berbeda melalui saluran whatsapp Kepala desa Sawo Kholis meluruskan bahwa dirinya mengakui bahwa pernah mendapat pengaduan dari warganya yaitu Aminun dan Aslikah terkait pencemaran air di kediamannya. Dalam keterangannya Kades Kholis sudah menindak lanjuti pengaduan warganya dan langsung melakukan sidak ke rumah sebelahnya yang memiliki usaha Magot atau pakan ternak, Kades juga melakukan pengecekan kerumah sebelahnya lagi untuk memastikan apakah juga tercemari, namun kades tidak berani menuduh pasalnya hal tersebut harus melalui uji lab.
“saya sudah tegur langsung ke terduga usaha yang mencemari air pak Aminun, bahkan beliau juga mensuplay airnya ke pak Ainun, dan setelah itu orang tersebut sudah tidak usaha pakan ternak lagi berganti usaha barang bekas” Ungkap Kades Kholis.
Sampai berita ini diturunkan sumber mata air yang dimiliki oleh Ainun masih keruh dan tidak dapat digunakan, kedepan Ainun berencana akan bekerja sama dengan LPK YAPERMA untuk melakukan uji Lab dan akan melakukan upaya hokum. (udin)

