PRN Tulungagung | Salah satu upaya mencerdaskan kehidupan bangsa adalah merangsang minat membaca pada generasi muda. PEMKAB Tulungagung menggelar festival literasi di GOR lembu peteng pada selasa (16/9/2025). Kegiatan ini di inisiasi oleh dinas perpustakaan dan kearsipan (DINPERSIP) menggunakan sumber anggaran dari dana alokasi kusus ( DAK) non fisik 2025.
Festival literasi yang diadakan selama tiga hari sejak tanggal 16 hingga tanggal 18 september dengan antusiasme remaja dan pelajar hingga memenuhi ruangan tempat acara di adakan. Festival literasi ini di bukak oleh bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, kegiatan ini mengambil tema ” literasi untuk kesejahteraan” tentunya menjadi momentum penting untuk mendorong budaya membaca, menulis, dan berkarya di tengah masyarakat. Sekaligus memperkuat ekosistem literasi di bumi gayatri. “Melalui festival ini kami ingin menggalakkan kebiasaan gemar membaca di kalangan masyarakat.” Katanya.
Menurut dia, dengan membaca tentu berimbas pada banyaknya ilmu pengetahuan yang bisa di dapat. Dengan begitu, wawasan akan terus bertambah. Dengan membaca berbagai genre bacaan wawasan pun akan bertambah, jika kita gemar membaca buku maka kita tidak hanya pandai membaca dan menulis, tapi juga berketrampilan, kreatif, untuk meningkatkan kwalitas kehidupan.
Dalam kesempatan ini bupati Gatut Sunu Wibowo dan wakil bupati Ahmad Baharudin menyerahkan penghargaan kepada sejumplah pihak yang berkontribusi dalam pengembangan literasi dan perpustakaan, mulai dari kepala desa, pelajar hingga komunitas literasi.
Kepala DINPERSIP Tulungagung Lilik Ismiati mengatakan, presentase tingkat gemar membaca ( TGM) masyarakat bumi lawadan saat ini menunjukan angka yang menggembirakan. Dengan adanya festival literasi ini, diharapkan masyarakat Tulungagung minat membacanya meningkat secara siknifikan. Hal itu untuk mendukung visi Tulungagung sebagai daerah yang berdayasaing, maju dan berbudaya.
Selain festival literasi, berbagai stan UMKM juga di gelar, berbagai produk kerajinan hand made, dan berbagai produk jajanan. Pengunjung meliputi pelajar ditingkat SD hingga pelajar di tingkat menengah. Banyak juga masyarakat umum para penggemar novel dam buku sejarah.
(Tohari)

