PRN Ngawi | Bertempat di Aula Kelurahan Margomulyo, para pengurus dan pendamping Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) menggelar rapat pembentukan dan koordinasi program kerja. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat perekonomian masyarakat melalui wadah koperasi yang dikelola secara mandiri oleh warga kelurahan Margomulyo.
Dalam rapat tersebut, suasana terlihat penuh semangat dan kebersamaan. Para pengurus membahas berbagai program yang akan dijalankan demi mendukung kemandirian ekonomi warga Margomulyo. Pembentukan KKMP ini diharapkan menjadi salah satu upaya nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan usaha yang berkelanjutan dan terarah.
Ketua KKMP Suratno Margomulyo dalam sambutannya menyampaikan bahwa seluruh perizinan koperasi telah selesai diproses dan kini siap beroperasi. “Saat ini semua perizinan sudah turun. Mari kita bersama-sama sebagai pengurus segera membentuk apa yang harus kita tangani. Untuk sementara, koperasi telah mulai beroperasi di bidang penjualan LPG 3 Kg dan sembako,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ketua KKMP menjelaskan bahwa untuk kegiatan penjualan LPG 3 Kg, koperasi perlu memiliki tempat penyimpanan sendiri agar operasional bisa berjalan lancar dan aman. Ia juga memaparkan bahwa harga grosir LPG 3 Kg ditetapkan sebesar Rp16.000, sementara harga jual ke masyarakat adalah Rp.18.000 per tabung. “Untuk sembako, kita masih mencari lokasi yang strategis agar penjualan lebih efektif,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kelurahan Margomulyo, Hendrawan Alfin Cahyono, dalam kesempatan yang sama menyatakan dukungannya penuh terhadap program KKMP. Ia menegaskan bahwa inisiatif pembentukan koperasi ini sangat penting dalam membangun ekonomi lokal di tingkat kelurahan. “Saya sangat mendukung program KKMP ini. Di berbagai daerah, banyak koperasi serupa yang berkembang pesat, hanya saja sering terkendala pada modal awal,” ujarnya.
Untuk mengatasi keterbatasan modal tersebut, Alfin menjelaskan bahwa modal awal akan dihimpun melalui iuran dari para pengurus dan anggota. “Masing-masing anggota dan pengurus memberikan iuran pokok sebesar Rp50.000. Dengan jumlah 40 orang, kita sudah memiliki modal awal sebesar Rp. 2.000.000. Dari situ, nanti akan kita kembangkan lebih jauh agar modal koperasi semakin bertambah,” tuturnya.
Rapat tersebut diakhiri dengan kesepakatan bersama untuk segera menindaklanjuti pembentukan unit usaha koperasi secara lebih terarah. Dengan semangat gotong royong dan dukungan dari pihak kelurahan, KKMP Margomulyo diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat serta menjadi contoh bagi kelurahan lain di Kabupaten Ngawi. Jatmiko.

