PRN Mojokerto | Hari Jumat 10 Oktober 2025 pukul 08.00 s/d 10.20 Wib bertempat di lantai 3 kantor Kecamatan Pacet telah dilaksanakan kegiatan sosialisasi wawasan Kebangsaan dengan tema peran strategis satlinmas dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa tahun 2025 Kecamatan Pacet di hadiri 100 Orang dengan penanggungjawab Camat Pacet (Aprianto, S.E, M.M, K.p).
Dihadiri antara lain : Camat Pacet (Aprianto, S.E, M.M, K.p), Danramil Pacet (Kapten Inf Akhmad Rifai), Kasat Binmas Polres Mojokerto (AKP Didit Setiawan, S.H, M.H), Kapolsek Pacet (Iptu Mohammad Khoirul Umam, S.E, M.H), Anggota Komisi 4 DPRD Kabupaten Mojokerto (Bagus Priyo Zatmiko), Anggota Komisi 3 DPRD Kabupaten Mojokerto (Drs. H. Edy Sasmito), Peserta sosialisasi (Perwakilan Linmas desa se Kecamatan Pacet)
“Kegiatan ini adalah salah satu agenda kegiatan kami pemerintah kecamatan Pacet dengan tujuan dan harapan dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air pada diri kita.
Kami berharap dengan kehadiran peserta ini dapat memberikan warna dalam pembangunan wilayah kecamatan Pacet khususnya di desanya masing-masing.
Kami mohon setelah kegiatan ini peserta dapat memberikan manfaat yg baik di desanya, dengan bimbingan para narasumber yg handal ini semoga dapat memberikan ilmu yg bermanfaat buat kita semua” camat pacet.
Kasat Binmas Polres Mojokerto (AKP Didit Setiawan, S.H, M.H), menyampaikan :
“Untuk menggugah semangat peserta kita awali sosialisasi ini dengan yel yel semangat,, linmas Pacet sangat luar biasa sekali.
Sat linmas kalau jaman dulu di sebut hansip ini ada dasar hukumnya di UUD th 45 pasal 30.
Bapak linmas ini adalah pembinaan di bawah Naungan Kemitraan polri atau binaan polri, peran linmas di desa sangatlah penting guna menjaga keamanan.
Sat Linmas adalah warga masyarakat yg di siapkan dan di bekali pengetahuan serta ketrampilan untuk melaksanakan kegiatan penanganan bersama guna mengurangi dan memperkecil akibat bencana serta ikut memelihara keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat, kegiatan sosial kemasyarakatan.
saat ini ada Intruksi dari pusat untuk mengaktifkan kembali sat kampling/pos kampling.
Di era digitalisasi saat ini banyak sekali berita yg tersebar melalui medsos, maka Berbijaklah dalam ber medsos, jangan mudah terprovokasi dan meneruskan berita yg hoax.
Jangan mudah terprovokasi oleh berita hoax di medsos, pandai lah menyikapi berita yg ada di medsos, jangan sampai gara-gara medsos kita atau keluarga kita terkena masalah hukum.
Antisipasi terhadap kasus kriminal khususnya curanmor di desanya masing-masing :
Segera koordinasi dengan 3 pilar desa apabila diketahui terjadi sesuatu di desanya, guna antisipasi masalah yg lain”.
Anggota Komisi 3 DPRD Kab.Mojokerto (Drs. H. Edy Sasmito), menyampaikan :
“Salah satu fungsi dari anggota DPRD adalah memberikan wawasan kebangsaan kepada masyarakat, salah satunya adalah sat linmas dengan harapan dapat membantu harkamtibmas di desa dan juga menumbuhkan kecintaan dan kepedulian kepada bangsa.
Intinya kita semua harus memiliki pola pandang dan pola pikir kecintaan kepada bangsa dan negara Indonesia yg kita cintai ini.
Apa yg harus kita lakukan, kita bangsa indonesia tidak boleh lepas dari UUD 45 dan Pancasila, itu yg harus kita masukkan dalam benak dan pikiran kita dan kita terapkan dalam kehidupan sehari hari.
Ayo kita semua bela negara dengan cara menciptakan situasi yg aman dan kondusif di wilayah atau didesanya masing-masing.
Banyak sekali peran linmas di desa, di antaranya menjaga lingkungan, tanggap bencana dan membantu demokrasi.
Hati hati dalam bermedsos, jangan ikut serta menyebarkan berita hoax, kita harus pandai menyikapi berita dalam medsos dan bijaklah dalam bermedsos”.
Anggota Komisi 4 DPRD Kab.Mojokerto (Bagus Priyo Zatmiko), menyampaikan :
“Linmas atau Perlindungan Masyarakat, memainkan peran penting di tengah masyarakat sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan ketentraman lingkungan.
Linmas adalah warga masyarakat yang dilatih dan diberdayakan untuk melaksanakan berbagai fungsi perlindungan, terutama di tingkat desa atau kelurahan.
Peran utama Linmas dalam masyarakat mencakup beberapa bidang, antara lain :
Penanggulangan bencana.
Pencegahan dan mitigasi : Membantu pemerintah desa dan lembaga terkait dalam upaya pencegahan, seperti sosialisasi dan identifikasi potensi bencana (banjir, tanah longsor, kebakaran).
Tanggap darurat : Terlibat langsung dalam penanggulangan awal saat bencana terjadi, termasuk membantu proses evakuasi warga ke tempat yang aman.
Penanganan pascabencana : Mendukung kegiatan rehabilitasi dan penyaluran bantuan kepada korban bencana, misalnya dengan mendirikan posko atau dapur umum.
Pengamanan lingkungan : Secara rutin membantu menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar, termasuk melalui kegiatan ronda atau patroli malam.
Pengamanan acara masyarakat : Turut serta dalam pengamanan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, seperti hajatan, pengajian, dan hari besar nasional.
Pengamanan pemilihan umum (Pemilu)
Pengamanan TPS : Menjaga keamanan dan ketertiban di Tempat Pemungutan Suara (TPS) agar proses pemungutan suara berjalan lancar, aman, dan tanpa hambatan.
Pengawalan logistik : Mengawal distribusi logistik pemilu (kotak suara, surat suara, dan dokumen) dari tempat penyimpanan ke TPS dan sebaliknya”.
Danramil Pacet (Kapten Inf Akhmad Rifai), menyampaikan turut pula menyampaikan. “Linmas Bekerja sama dengan pihak kepolisian, TNI, dan Satpol PP dalam mengantisipasi dan mengatasi potensi kerawanan konflik saat pemilu.
Kegiatan sosial kemasyarakatan, menjadi mitra kerja pemerintah desa dalam mendukung berbagai kegiatan sosial dan pelayanan publik.
Terkadang terlibat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, misalnya dalam penanganan masalah administrasi atau kegiatan gotong royong.
Linmas juga membantu upaya pertahanan negara secara nirmiliter, bekerja sama dengan instansi terkait seperti TNI.
Sebagai kesimpulannya, peran Linmas sangatlah vital. Mereka adalah kekuatan berbasis masyarakat yang terlatih untuk membantu menjaga stabilitas, keamanan, dan ketertiban lingkungan, serta siap siaga dalam menghadapi berbagai situasi darurat, termasuk bencana alam dan pesta demokrasi.

