PRN MALANG || Malang __ Kuasa hukum pelapor dalam perkara dugaan tindak pidana penipuan, Herlin Rahmawati, meminta pihak Satreskrim Polres Malang untuk memberikan penjelasan resmi terkait perkembangan penanganan laporan kliennya yang berinisial M, warga Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang. Senin (2/11/2025).
Menurut Herlin, laporan tersebut telah dibuat sejak akhir Agustus 2025, dan pelapor telah menjalani pemeriksaan pada awal September dalam kapasitasnya sebagai pelapor. Namun hingga awal November ini, pihaknya belum memperoleh informasi tertulis mengenai perkembangan perkara tersebut.
“Kami menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan di Polres Malang. Namun, kami juga berharap adanya transparansi sesuai ketentuan hukum, karena pelapor memiliki hak untuk mengetahui perkembangan laporannya,” ujar Herlin.
Herlin menjelaskan bahwa hak pelapor untuk mendapatkan informasi perkembangan perkara dijamin dalam Pasal 11 Peraturan Kapolri Nomor 6 Tahun 2019 tentang Penyidikan Tindak Pidana, yang mewajibkan penyidik untuk memberikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) secara berkala setiap 30 hari atau setiap kali terdapat perkembangan penting.
Selain itu, lanjutnya, Pasal 108 KUHAP juga menegaskan bahwa pelapor berhak mengetahui tindak lanjut dari laporan yang telah disampaikan kepada penyidik.
“Kami percaya bahwa penyidik Polres Malang bekerja secara profesional dan proporsional. Permintaan kami murni sebagai bentuk komunikasi hukum agar klien kami memperoleh kepastian atas proses yang sedang berjalan,” tegasnya.
Herlin juga menambahkan bahwa pihaknya tidak bermaksud menekan aparat penegak hukum, melainkan ingin memastikan agar proses hukum berjalan sesuai prinsip akuntabilitas dan keterbukaan informasi sebagaimana semangat Program Presisi Polri.
“Kami menghargai kerja keras penyidik, tapi kami juga ingin memastikan hak-hak hukum klien kami terlindungi,” ujarnya menegaskan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Satreskrim Polres Malang belum memberikan keterangan resmi terkait permintaan tersebut. Wartawan masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Kasat Reskrim Polres Malang untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai perkembangan kasus ini. (Rd)

