PRN Ngawi | Sebanyak 1.426 Kepala Keluarga (KK) di Desa Tulakan, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur menerima bantuan ketahanan pangan dari Dinas Sosial Kabupaten Ngawi. Penyaluran bantuan berlangsung di Balai Desa Tulakan pada Selasa (18/5/2026) dengan tertib dan lancar.
Kegiatan penyaluran bantuan tersebut dihadiri Kepala Desa Tulakan Drs Wiyono, perangkat desa, petugas Dinas Sosial, pihak Bulog, pendamping desa, serta warga penerima manfaat yang datang secara bergantian sesuai jadwal.
Kepala Desa Tulakan Drs Wiyono mengatakan Desa Tulakan terdiri dari sembilan kepala dusun dengan jumlah penerima bantuan pangan mencapai 1.426 KK. Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan dukungan ekonomi.
“Program bantuan pangan ini menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap warga yang membutuhkan dukungan ekonomi sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat di tingkat desa,” ujar Wiyono saat ditemui awak media di kantornya.
Dalam program tersebut, bantuan disalurkan setiap dua bulan sekali atau dirapel dua bulan. Masing-masing penerima memperoleh dua karung beras dengan total 20 kilogram serta dua kantong minyak goreng berisi total empat liter.
Pemerintah desa bersama pihak terkait terus memastikan proses penyaluran bantuan berjalan transparan dan tepat sasaran sesuai data penerima dari Dinas Sosial Kabupaten Ngawi. Seluruh tahapan distribusi juga mendapat pengawasan dari pihak kecamatan.
Selain itu, pihak kecamatan secara berkala melakukan pendampingan dan monitoring agar pelaksanaan program bantuan sosial di tingkat desa berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban dan akurasi penyaluran bantuan kepada masyarakat.
Program bantuan ketahanan pangan ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah pusat melalui Dinas Sosial dalam mendorong kebijakan yang berpihak kepada masyarakat. Pemerintah daerah berharap bantuan tersebut dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh warga penerima.
Salah seorang warga Dusun Ndadapan, Umi Suroyo, mengaku sangat senang menerima bantuan tersebut. Dengan wajah ceria sambil membawa beras dan minyak goreng, ia mengatakan bantuan datang di saat yang tepat karena persediaan beras di rumahnya telah habis. “Alhamdulillah, bantuan pangan ini sangat membantu. Kebetulan beras di rumah sudah habis dan sekarang sembakonya turun,” ungkapnya. Jat

