PRN Kediri | Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kabupaten Kediri menggelar kegiatan Kampanye dan Penggerakan Masyarakat untuk Hidup Sehat melalui KEMPING ASIK (Kader PKK Pendamping ASI Eksklusif) di Balai Desa Tertek, Kecamatan Pare, Kamis (21/5). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif serta memperkuat peran kader PKK dalam mendampingi ibu dan anak pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan.
Ketua TP-PKK Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito, dalam sambutannya menegaskan bahwa pemberian ASI eksklusif memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak sekaligus meningkatkan kualitas generasi masa depan.
Menurutnya, pemberian ASI bukan hanya memenuhi kebutuhan nutrisi bayi, tetapi juga membangun ikatan emosional (bonding) antara ibu dan anak yang berdampak positif terhadap perkembangan anak.
“Pemberian ASI eksklusif sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak pada masa awal kehidupannya. Selain nutrisi terbaik, ASI juga membangun kedekatan emosional antara ibu dan anak,” ujarnya.
Eriani menyampaikan, masih terdapat sejumlah tantangan yang menyebabkan rendahnya pemberian ASI eksklusif, mulai dari faktor biologis, psikologis, hingga kurangnya dukungan lingkungan sekitar. Karena itu, peran kader pendamping dinilai sangat penting untuk membantu ibu menemukan solusi sesuai kondisi masing-masing.
Ia juga menyoroti kondisi ibu bekerja yang sering mengalami keterbatasan waktu dalam memberikan ASI secara optimal kepada bayi. Pendampingan kader diharapkan mampu memberikan edukasi sekaligus dukungan agar ibu tetap dapat memenuhi kebutuhan nutrisi anak.
Pada kesempatan wawancara, Eriani menjelaskan bahwa kegiatan KEMPING ASIK merupakan program penguatan kader pendamping ASI eksklusif yang didorong pemerintah pusat. Program tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemberian ASI dan pemenuhan nutrisi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan.
“Perlu dipahami terlebih dahulu kendala yang dialami ibu, apakah faktor biologis, psikologis, atau kurangnya dukungan di lingkungan keluarga. Setelah diketahui, kader dapat melakukan pendampingan dan memberikan solusi.(ADInfo)

