PRN JOMBANG – SMP Negeri 2 Tembelang mengawali Tahun Ajaran 2026/2027 dengan menyelenggarakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah yang berfokus pada pembentukan karakter, penguatan budaya sekolah, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan. Sebanyak 192 peserta didik baru yang terbagi dalam enam rombongan belajar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh antusias.
Kepala SMP Negeri 2 Tembelang, Muchamad Shokhi, S.Pd., M.Pd., mengatakan seluruh peserta didik baru diwajibkan hadir sejak pukul 06.40 WIB. Kegiatan diawali dengan pembacaan sholawat dan doa bersama sebagai bentuk pembiasaan spiritual yang telah menjadi budaya sekolah.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi rutinitas pagi, tetapi juga menjadi sarana mengenalkan budaya sekolah kepada para siswa baru agar sejak hari pertama mereka dapat beradaptasi dengan lingkungan belajar yang religius, disiplin, serta penuh rasa kekeluargaan.
“Anak-anak kami harapkan sudah hadir pukul 06.40 WIB. Kegiatan dimulai dengan sholawat dan doa bersama hingga menjelang pukul 07.00. Ini menjadi pembiasaan sekaligus pengenalan budaya sekolah kepada peserta didik baru,” ujarnya.
Muchanad mengungkapkan rasa syukur atas tingginya kepercayaan masyarakat yang kembali memilih SMP Negeri 2 Tembelang sebagai tempat menempuh pendidikan.
“Alhamdulillah masyarakat masih mempercayakan putra-putrinya kepada SMP Negeri 2 Tembelang. Amanah ini menjadi tanggung jawab besar bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan,” katanya.
Dalam pelaksanaan MPLS, sekolah juga memberikan perhatian besar terhadap upaya pencegahan bullying. Berbagai langkah preventif dilakukan sejak dini agar tercipta lingkungan sekolah yang aman dan kondusif.
Menurut Shokhi, hingga saat ini kasus perundungan di SMP Negeri 2 Tembelang dapat dicegah berkat komitmen seluruh warga sekolah dalam membangun budaya saling menghormati dan peduli terhadap sesama.
“Insya Allah di SMP Negeri 2 Tembelang tidak pernah ada bullying. Semua sudah kami antisipasi sedini mungkin melalui pembinaan karakter, pengawasan guru, dan komunikasi yang baik dengan seluruh warga sekolah,” jelasnya.
Selain penguatan karakter, MPLS tahun ini juga diwarnai dengan kegiatan peduli lingkungan melalui program Sapo Saji Sapo (Satu Jiwa Satu Pohon). Dalam program tersebut, setiap warga sekolah diminta membawa satu tanaman untuk ditanam di lingkungan sekolah.
Tanaman yang dibawa pun tidak dibatasi harus bernilai mahal. Peserta didik bebas membawa tanaman yang mudah ditemukan di sekitar rumah, seperti cabai, terong, bunga, maupun tanaman produktif lainnya.
Program tersebut merupakan bagian dari upaya sekolah memperkuat budaya peduli lingkungan sekaligus mendukung penilaian Sekolah Adiwiyata.
“Kami tidak mewajibkan membawa tanaman yang mahal. Ada yang membawa cabai, terong, maupun tanaman lainnya. Yang terpenting adalah menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Program Satu Jiwa Satu Pohon ini menjadi bagian dari gerakan Adiwiyata, dan kami berharap SMP Negeri 2 Tembelang mampu lolos menjadi Sekolah Adiwiyata tingkat Nasional,” ungkapnya optimistis.
Selama MPLS, peserta didik juga mendapatkan berbagai materi edukatif dari sejumlah narasumber. Salah satunya menghadirkan Kapolsek Tembelang untuk memberikan penyuluhan mengenai bahaya kenakalan remaja, pencegahan bullying, serta pentingnya disiplin dalam berlalu lintas.
Melalui materi tersebut, sekolah berharap para siswa memiliki pemahaman sejak dini mengenai pentingnya menjaga perilaku, menghormati sesama, dan mematuhi aturan, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.
Lebih jauh, Shokhi menegaskan bahwa konsep MPLS Ramah benar-benar diterapkan dalam seluruh rangkaian kegiatan. Tidak ada praktik yang mengarah pada kekerasan maupun tindakan yang membuat peserta didik merasa takut atau tertekan.
Ia menekankan bahwa kenyamanan harus dirasakan oleh seluruh warga sekolah, baik peserta didik, guru, maupun tenaga kependidikan. Dengan suasana yang positif, para siswa diharapkan mampu mengembangkan seluruh potensi, bakat, dan minat yang dimiliki.
“Sejak hari pertama kami ingin seluruh peserta didik merasa nyaman berada di SMP Negeri 2 Tembelang. Tidak hanya siswa, tetapi bapak dan ibu guru juga harus merasakan kenyamanan dalam bekerja. Jika suasana sekolah nyaman, anak-anak akan lebih mudah berkembang dan berani mengeksplorasi kemampuan serta bakat yang mereka miliki. Sekolah akan berupaya semaksimal mungkin mewadahi setiap potensi tersebut sesuai kemampuan yang dimiliki,” pungkasnya.
Melalui pelaksanaan MPLS Ramah yang dipadukan dengan penguatan karakter, pendidikan religius, kepedulian lingkungan, serta pencegahan bullying, SMP Negeri 2 Tembelang berharap mampu mencetak generasi yang berprestasi, berkarakter, peduli lingkungan, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

