By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
Notification Show More
Font ResizerAa
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Reading: Ketua KPRI Sejahtera Beberkan Ulah Oknum Manajer Beli Lahan Sepihak
Share
Font ResizerAa
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
Search
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Follow US
Beranda » Blog » Ketua KPRI Sejahtera Beberkan Ulah Oknum Manajer Beli Lahan Sepihak
KABAR JATIM

Ketua KPRI Sejahtera Beberkan Ulah Oknum Manajer Beli Lahan Sepihak

Redaksi
Last updated: 4 Agustus 2026 9:32 am
Redaksi
Published: 4 Agustus 2026
Share
SHARE

PRN Jombang | Ketua Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Sejahtera, Hartono, memberikan klarifikasi terkait dinamika pengelolaan keuangan dan aset lembaga yang belakangan menjadi sorotan publik.

Hartono menegaskan bahwa seluruh struktur kepengurusan bekerja berdasarkan prinsip kolektif-kolegial, dan permasalahan utama timbul akibat tindakan sepihak dari oknum pelaksana teknis (manajer) yang bergerak di luar pengetahuan pengurus. Padahal, saat rapat atau pengambilan keputusan harus dihadiri 2/3 pengurus.

Hartono menjelaskan bahwa koperasi adalah badan usaha milik anggota yang dikelola secara kolektif. Keputusan tertinggi berada di tangan Rapat Anggota Tahunan (RAT), yang kemudian dilimpahkan kepada pengurus untuk dijalankan oleh pelaksana operasional, yakni manajer dan karyawan.

Pengurus harian terdiri atas Ketua 1 (Hartono), Ketua 2 (Solikin), Sekretaris (Rahmat), Bendahara (Nani), serta jajaran pengawas internal yang di antaranya diisi oleh mantan pejabat Inspektorat.

Permasalahan tata kelola ini berawal dari program unit usaha kaveling tanah. Pada periode awal, pengurus menyetujui pembelian lahan resmi yang terbukti sukses di dua lokasi, yakni wilayah Desa Candimulyo dan di Jalan Pattimura, dilanjutkan rencana kaveling di Kelurahan Jelakombo dan kawasan dekat Perumahan Astapada pada 2012.

Namun, dalam perkembangannya, manajer operasional bernama Suyud diduga melakukan pembelian sejumlah bidang tanah secara mandiri tanpa koordinasi maupun persetujuan rapat pengurus dan anggota.

Aset-aset tersebut tersebar di berbagai lokasi seperti Sumbermulyo, Jelakombo, Tunggorono, Mojowarno, Sumobito, Denanyar, Ploso, Bawangan, hingga Jabon.

“Sebagai Ketua, saya tidak pernah mengambil keputusan seorang diri. Setiap langkah organisasi wajib diputuskan melalui rapat pengurus bersama pengawas dan manajer,” tegas Hartono.

“Pembelian aset tanah di banyak titik tersebut dilakukan oleh manajer tanpa pengetahuan pengurus. Kami baru mengetahui keberadaan transaksi tersebut pada kisaran tahun 2017,” sambung dia.

Selain pembelian tanah tanpa izin, manajer operasional juga diketahui membuat sistem pembukuan terpisah secara mandiri untuk menampung dana dari para penabung.

Pengelolaan dana secara sepihak ini digunakan untuk membayar jasa simpanan serta menutupi operasional usaha lain.

Setelah indikasi penyimpangan tersebut terkuak pada 2017, Hartono beserta pengurus secara konsisten menginstruksikan agar seluruh aset tanah yang terlanjur dibeli segera dijual guna mengembalikan dana penabung.

Pengurus juga telah berkoordinasi langsung dengan Bupati Jombang dan Sekretaris Daerah (Sekda) untuk merumuskan langkah penyelesaian.

Sebagai tindak lanjut, pada 14 Juli lalu, pengurus mengundang sekitar 300 penabung dalam forum dialog terbuka. Hasil kesepakatan forum tersebut meliputi:

  1. Penghentian Beban Jasa: Penghentian skema pembayaran jasa simpanan per 1 Agustus untuk mencegah pembengkakan beban keuangan.
  2. Pengembalian Tabungan: Pengembalian dana penabung dilakukan secara proporsional (pro-rata) setelah aset tanah berhasil dijual atau dikonversi.
  3. Pertemuan Berkala: Evaluasi perkembangan penjualan aset dilakukan setiap 6 bulan sekali, atau lebih cepat jika ada progres signifikan.

Pasca-pemeriksaan oleh Dinas Koperasi dan Inspektorat, KPRI Sejahtera direkomendasikan untuk menempuh sejumlah langkah korektif dalam jangka waktu tiga bulan:

Audit Eksternal Independent: Menggandeng Kantor Akuntan Publik (KAP) independen untuk memeriksa seluruh transaksi dan laporan keuangan secara rinci.

Pelaksanaan RALB: Menggelar Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) yang melibatkan Dinas Koperasi, Dekopinda, PKPRI, serta perwakilan unit kerja/OPD.

Mengenai narasi yang berkembang di luar, Hartono meluruskan bahwa substansi permasalahan ini murni hubungan perdata internal koperasi (dari, oleh, dan untuk anggota) serta bukan ranah penyalahgunaan APBD bahkan APBN.

Pengurus juga mengklarifikasi bahwa sejumlah pihak atau LSM yang mencoba membawa isu ini ke ranah hukum dari pihak luar (anggota koperasi) tidak memiliki legal standing resmi karena bukan merupakan anggota terdaftar KPRI Sejahtera.

“Kami tidak melakukan pembantahan secara liar di media karena kami berkomitmen mengikuti seluruh tahapan resmi dari Dinas Koperasi dan petunjuk arahan jajaran pemerintah daerah. Fokus utama pengurus saat ini adalah mengawal proses audit KAP, menjual aset, dan memastikan seluruh hak penabung kembali secara adil,” pungkas Hartono. (ber)

You Might Also Like

Hadiri Musrenbangcam, Bupati Mojokerto Minta Perencanaan Pembangunan Skala Prioritas
Peduli Terhadap Lingkungan, PPSP Margomulyo Turun Ke Jalan, Bersihkan Jalan Dan Saluran Sungai
Kekecewaan Rombongan Tamu VIP Terhadap Panitia Penyelenggara FKMA – V DI Sumenep
Wujudkan Kondusifitas Pilkades, Kapolresta Sidoarjo Cangkrukan Kamtibmas di Jabon
Pemkab Tangerang Raih 3 Penghargaan P4 dari Kemenpan RB
TAGGED:JombangKetua KPRI Sejahtera Beberkan Ulah Oknum Manajer Beli Lahan Sepihak
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trend Terkini
KABAR JATIM

Pemkab Malang Realisasikan Hotmix Pendem Jatisari Pakisaji

Redaksi
By Redaksi
1 Oktober 2026
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah
Swakelola Rp1,1 Miliar, Perkim Jombang Benahi Trotoar dan Drainase di 6 Ruas Jalan Kota
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab

Kategori Berita

  • Politik
  • Lawan Korupsi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Kabar JATIM
  • Nusantara
  • Opini
Menu Cepat
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Susunan Redaksi
  • Copyright
  • Disclaimer
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah
6 Oktober 2026
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan
5 Oktober 2026
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul
3 Oktober 2026
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab
2 Oktober 2026
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
© Penarakyatnews.id 2026. All Rights Reserved. Developed by Marga
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?