By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
Notification Show More
Font ResizerAa
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Reading: Kemnaker: Lima Aspek Penting dalam Membangun Ekosistem Pendidikan Vokasi
Share
Font ResizerAa
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
Search
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Follow US
Beranda » Blog » Kemnaker: Lima Aspek Penting dalam Membangun Ekosistem Pendidikan Vokasi
METRO JABODETABEK

Kemnaker: Lima Aspek Penting dalam Membangun Ekosistem Pendidikan Vokasi

Redaksi
Last updated: 19 Agustus 2026 12:21 pm
Redaksi
Published: 19 Agustus 2026
Share
SHARE

PRN Jakarta | Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Cris Kuntadi menyebut lima aspek penting dalam membangun ekosistem pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Kelima aspek tersebut meliputi kompetensi dan karakter, kemampuan beradaptasi dengan teknologi, infrastruktur pembelajaran, tata kelola institusi, serta manfaat lulusan bagi dunia kerja dan masyarakat.

“Kita tidak cukup hanya mencetak lulusan yang terampil. Kita harus membentuk manusia yang memiliki integritas, disiplin, kompetensi, serta etos kerja yang kuat,” ujar Cris saat memberikan orasi ilmiah bertajuk “Nava Karya Dalam Nusa Diri: Transformasi SDM Vokasi Menuju Ketenagakerjaan Berkelanjutan” pada Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-9 Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) di Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Cris menggambarkan pendidikan vokasi seperti pohon yang terus tumbuh. Pohon tidak akan kokoh hanya karena memiliki batang dan ranting. Ia membutuhkan akar yang kuat agar dapat bertahan dan terus berkembang. “Akar pohon adalah fondasi yang tidak terlihat, tetapi menentukan kokoh atau tidaknya sebuah pohon,” ujar Cris.

Menurut Cris, akar tersebut menggambarkan kompetensi dan karakter. Peserta didik perlu memiliki keterampilan sesuai bidangnya, sekaligus dibekali integritas, tanggung jawab, kedisiplinan, dan etika kerja.

Namun, akar yang kuat saja belum cukup. Pohon juga harus terus tumbuh. Begitu pula lulusan vokasi. Mereka perlu siap menghadapi perubahan yang terjadi di dunia kerja, terutama perkembangan teknologi yang berlangsung cepat.

“Teknologi terus berubah. Oleh karena itu, lulusan vokasi harus memiliki kemampuan belajar sepanjang hayat,” tutur Cris.

Kemampuan untuk terus belajar juga membutuhkan lingkungan pendidikan yang memadai. Karena itu, infrastruktur pembelajaran menjadi bagian penting. Fasilitas fisik maupun digital diperlukan untuk mendukung proses belajar sekaligus memperluas akses terhadap pendidikan vokasi berkualitas.

Selain fasilitas, lembaga pendidikan perlu dikelola dengan baik. Tata kelola institusi memastikan sumber daya pendidikan digunakan secara efektif dan bertanggung jawab, dengan mengedepankan transparansi dan akuntabilitas.

Pada akhirnya, pendidikan vokasi harus memberikan hasil yang dirasakan setelah lulusan memasuki dunia kerja. Karena itu, manfaat lulusan bagi dunia kerja dan masyarakat menjadi bagian penting dari keberhasilan pendidikan vokasi.

“ Ukuran keberhasilan pendidikan vokasi pada akhirnya bukan hanya berapa banyak lulusan, tetapi seberapa besar manfaat yang mereka berikan,” ujar Cris.

Cris berharap Dies Natalis ke-9 menjadi momentum bagi Polteknaker untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan menyesuaikannya dengan kebutuhan dunia kerja.

“Saya berharap Polteknaker dapat melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi, karakter, dan daya saing tinggi sehingga mampu berkontribusi dalam transformasi ketenagakerjaan Indonesia,” pungkasnya.

(Biro Humas Kemnaker)

You Might Also Like

Putri Ayu Wulandari :”Kejaksaan Negeri Jakarta Barat Musnahkan Barang Bukti 1029 Perkara”
Kapolsek Tamansari Himbau Agar Waspada Tinggalkan Rumah Saat Mudik Lebaran
Kemnaker Buka Pendaftaran Program Pemagangan Jepang dan Pelatihan Kaigo
Sarasehan Kemitraan Gula Nasional 2025 “Sikap Tegas dan Gerak Cepat BAPANAS di Tunggu Petani Tebu”
Temui Kasubdit IV Tipideksus Bareskrim, Wilson Lalengke Minta Polri Bekerja Promoter
TAGGED:JakartaKemnaker: Lima Aspek Penting dalam Membangun Ekosistem Pendidikan Vokasi
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trend Terkini
KABAR JATIM

Jatim Fest 2026 Digelar, KAI Daop 8 Surabaya Hadirkan Promo Tiket Kereta hingga 30 Persen

Redaksi
By Redaksi
1 Oktober 2026
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul
Pemkab Malang Realisasikan Hotmix Pendem Jatisari Pakisaji
KPPU Dorong Mahasiswa Pahami Persaingan Usaha untuk Bangun Ekonomi Berdaya Saing
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan

Kategori Berita

  • Politik
  • Lawan Korupsi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Kabar JATIM
  • Nusantara
  • Opini
Menu Cepat
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Susunan Redaksi
  • Copyright
  • Disclaimer
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah
6 Oktober 2026
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan
5 Oktober 2026
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul
3 Oktober 2026
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab
2 Oktober 2026
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
© Penarakyatnews.id 2026. All Rights Reserved. Developed by Marga
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?