PRN Magetan – Sepertinya pemerintah sedang gencar – gencarnya menuntaskan masalah kemiskinan di pelosok – pelosok desa dengan cara mulai dari mengucurkan Dana Desa dan Hibah ke beberapa kelompok usaha bersama (KUBE).
Salah satunya adalah kelompok usaha bersama “Guyub Rukun” yang ada di Desa Selorejo Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan dengan total nilai hampir 200 juta.
Jumadi selaku Kepala Desa Selorejo mengucapkan “saya kok tidak tahu ya masalah itu”, tapi lebih jelasnya langsung saja tanya ke pak Gunadi ucap Jumadi kepada awak Media, jum’at(03/08).
Tapi di lain tempat Gunadi selaku anggota kelompok usaha bersama “Guyub Rukun” mengatakan “iya benar memang kelompok usaha bersama guyun rukun menirma hibah”, tapi bentuknya bukan uang melainkan barang bukan uang, saya juga kaget soalnya proses pembuatan proposal hanya 2 minggu, mulai dari mesin bubut, mesin bor, hingga grendo dll ucapnya.
Selain itu Gunadi juga mengatakan kalau keutungan KUBE Guyub Rukun 15% untuk anggota 15% untuk infak dan 35 % untuk dirinya karena lokasi kegiatan itu di rumahnya.
Yang menarik adanya mesin bubut yang belum ada operatornya,” nanti akan ada yang menjalankannya biar anak buah saya nanti ke BLK ” imbuhnya.
Selain itu dirinya juga menuturkan kalau sudah ada pemeriksaan dari direktorat provinsi dan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), bahkan Gunadi juga mengatakan bahwa dia juga dari KWRI. sabtu (04/08).
Gunadi juga menambahkan kalau hibah tersebut sebenarnya adalah 1milyar tapi itu di bagi menjadi 5 dapil dan itu merupakan dana JASMAS (jaringan aspirasi masyarakat) dari pak M. Siroj anggota DPRD provinsi jawa timur.
Di lain tempat supriyanto selaku Ketua Ikatan Wartawan Magetan sangat prihatin dengan adanya hal itu.
Masak anggota kelompok usaha bersama saat di konfirmasi wartawan kok mengatakan dirinya juga wartawan.
Yang jelas itu bukan anggota IWAMAG (Ikatan Wartawan Magetan) tapi lebih jelasnya saya akan mencoba koordinasi dengan pihak Bagian Humas Pemerintah Daerah Magetan dan Humas Polres Magetan karena kalau memang yang bersangkutan wartawan pasti di 2 instansi tersebut namanya tercantum dan setidaknya pihak berkaitan juga tahu tegas supriyanto.
Kalau yang bersangkutan wartawan harusnya saya kenal atau setidaknya saya tahu tutupnya. (Beni Setyawan)

