PRN KEDIRI – Situs Calonarang Gurah Kediri kian lama banyak dikunjungi para wisata religi dari berbagai kalangan dan Agama.
Dari nara sumber asal Mojokerto Choirul Anam, yang 25 tahun lalu telah menemukan Situs Calonarang, saat pertama menemukan situs yang dilalui dengan ritual yang panjang dan tercetuslah nama Calonarang.
“Saat itu bebatuan kuno ini masih berserakan dan dikelilingi pepohonan, namun memang kekuatan hawa astralnya sangat tinggi” imbuh Choirul Anam.
Data sementara yang diperoleh dari hasil penelitian di Situs Calonarang sejak tahun 1999, sebelum dilakukan pembangunan oleh beberapa orang termasuk Choirul Anam, di lokasi situs terdapat dua ambang pintu dari bahan batu andesit. Ambang pintu pertama berukuran, panjang 135 cm, lebar 56 cm dan tebal 29 cm. Ambang pintu kedua berukuran panjang 137 cm, lebar 38 cm dan tebal 23 cm.
Selain itu juga terdapat 4 buah umpak dari bahan batu andesit yang rata-rata berukuran sekitar panjang bawah 50 cm, panjang atas 45 cm, lebar bawah 50 cm, lebar atas 45 cm dan tinggi sekitar 50 cm.
Keempat umpak batu berbentuk prisma itu diperkirakan merupakan pondasi penyangga empat sudut rumah. Selain itu juga terdapat dua buah balok batu dari bahan batu andesit dengan ukuran, batu pertama dengan panjang 62 cm, lebar 40 cm dan tebal 17 cm. Batu kedua dengan panjang 67 cm, lebar 47 cm dan tebal 18 cm. Kesemuannya itu saat ini dijadikan satu menjadi satu bangunan dengan meninggal semua bentuk aslinya.
Seperti diketahui Calon Arang merupakan kisah berdasarkan Serat Calonarang yang ditulis pada abad ke-12. Serat Calonarang mengisahkan tentang seorang janda yang hidup di Desa Girah ( Gurah, Kediri). Calonarang memiliki putri cantik Ratna Manggali. Kekejaman Calonarang yang sering merusak panen membuat Ratna Manggali sulit mendapat jodoh.
Calonarang marah hingga menculik gadis muda untuk dikorbankan ke Dewi Durga. Datang banjir hingga menewaskan banyak warga. Raja Airlangga lantas mengutus Empu Baradah untuk menyelesaikan masalah ini. Empu Baradah lalu menikahkan muridnya dengan Ratna Manggali. Rupanya menantu mencuri kitab sihir hingga Calonarang marah dan bertarung dengan Empu Baradah yang berujung tewasya Calonarang. (sh07/aji).

