PRN MOJOKERTO – Sungguh sangat disayangkan kebijakan yang diterapkan oleh Kepala Desa Kepuh Arum Nur Rahman D, ibarat lagu yang kaya makin kaya, yang miskin tambah miskin.
Hal ini yang dirasakan oleh pasangan Juma’adi dan Siti Susanti dan memiliki 2 anak yang hidup serba kekurangan namun selama 9 tahun hidup di gubuk reyok tidak ada sentuhan sama sekali dari pihak desa Kepuh Arum.
Berbagai upaya dilakukan oleh Juma’adi untuk mendapatkan bantuan dari desa dari tingkatan sembako, PKH, bantuan ternak dan lainnya namun menurut keterangan Juma’adi di kantor redaksi pena rakyat news dirinya tidak pernah mendapatkan dan diduga hanya diberikan orang-dekat Kades dan Pamong yang notabennya dari segi ekonomi kecukupan.
“saya ini tidak pernah dapat bantuan apa-apa pak, yang dapat itu orang-orang tertentu saja” ucap Juma’adi.
Lebih lanjut menurut Abi Kusnan selaku perangkat desa saat ditemui awak media di kantor desa Kepuh Arum bahwa dirinya tidak bisa menunjukkan daftar penerima PKH dan menurutnya semua sudah ditentukan dari atas dan tidak bisa dirubah.
Tujuan pemerintah era prediden Joko Widodo sudah patut diacungi jempol dalam pemerataan dan peningkatan bantuan terhadap warga miskin, baik dibidang pendidikan dan kesejahteraan hidup, namun terkadang tidak sedikit oknum kepala desa yang abaikan hal itu dan condong kepada minoritas warga yang katagori mampu ekonominya.
Jurnalis : Yono
Redaktur : Ariono Aji.

